Ketua DPRD Jambi Desak Pengawasan PETI Diperketat Usai Tragedi Tewaskan 8 Warga di Sarolangun
January 22, 2026 03:04 PM

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Ketua DPRD Provinsi Jambi, M Hafiz Fattah, menegaskan bahwa persoalan pertambangan emas tanpa izin (PETI) harus menjadi perhatian serius seluruh pihak.

 Ia menilai pengawasan dan penertiban perlu diperkuat menyusul tragedi di Kabupaten Sarolangun yang menelan korban jiwa.

Sebelumnya Selasa 20 Januari 2026, sebuah tebing di lokasi tambang emas ilegal (PETI) di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Sarolangun, runtuh akibat curah hujan tinggi dan menimbun para pekerja.

Insiden tersebut menyebabkan 8 orang meninggal dunia dan 4 orang luka-luka, yang seluruhnya merupakan warga lokal yang sedang beraktivitas di dalam lubang galian milik warga berinisial I. 

Menurut Hafiz, praktik PETI tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga menimbulkan dampak kerugian yang besar bagi masyarakat dan lingkungan.

 Ia menekankan bahwa keuntungan dari aktivitas ilegal tersebut hanya dirasakan oleh segelintir orang, sementara dampak negatifnya dirasakan secara luas.

“Yang untung hanya sebagian kecil, tetapi kerugiannya jauh lebih besar. Dampaknya ke lingkungan, kehidupan sehari-hari masyarakat, dan yang paling serius, sudah merenggut nyawa,” kata Hafiz, Kamis (22/1/2026).

Ia menilai, pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum perlu meningkatkan upaya penertiban dan pengawasan secara lebih maksimal.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat sekaligus mencegah terulangnya insiden serupa di kemudian hari.

Hafiz berharap penanganan persoalan PETI tidak hanya bersifat reaktif setelah terjadi musibah, tetapi dilakukan secara berkelanjutan dan terukur.

Menurutnya, seluruh aktivitas pertambangan sumber daya alam harus berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan standar keselamatan yang berlaku.

“Kita ingin ke depan, apa pun bentuk kegiatan pertambangan sumber daya alam harus sesuai dengan aturan dan memperhatikan keselamatan,” ujarnya.

Tragedi ini kembali memicu keprihatinan berbagai pihak dan menjadi pengingat akan tingginya risiko aktivitas PETI.

DPRD Provinsi Jambi berharap kejadian tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan, penegakan hukum, serta mencari solusi yang lebih aman bagi masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor pertambangan.

 

Baca juga: Tragedi PETI Sarolangun, Gubernur Al Haris Soroti Risiko Tambang Ilegal dan Tekanan Ekonomi Warga

Baca juga: Walhi Jambi Soroti Tragedi Longsor PETI Sarolangun, Dinilai Akibat Pembiaran Tambang Ilegal

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.