TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Bagian dalam Rumah Singgah Tuan Kadi, Kota Pekanbaru kini memiliki banyak koleksi benda vintage.
Keberadaannya menambah koleksi benda antik dalam cagar budaya itu.
Benda tersebut di antaranya radio antik, jam antik, mebel, bingkai foto, televisi antik hingga mesin ketik antik.
Ada juga sejumlah mebel dari kayu yang menambah kesan vintage bagian dalam rumah itu.
Bagian dalam rumah itu juga terdapat diorama berupa pemukiman dan aktivitas di kawasan Senapelan.
Lanskap diorama ini memperlihatkan suasana pemukiman di tepian Sungai Siak, Kota Pekanbaru pada rentang tahun 1950 hingga tahun 1960.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho memastikan keaslian cagar budaya itu tetap terjaga setelah revitalisasi berlangsung.
Revitalisasi rumah singgah itu merupakan upaya melestarikan cagar budaya.
"Sudah berjalan, inilah yang bisa dilakukan untuk melestarikan cagar budaya," ujarnya.
Agung menyebut revitaliasi tidak merubah struktur dari Rumah Singgah Tuan Kadi.
Ia menyampaikan bahwa tidak boleh merubah struktur rumah itu karena termasuk cagar budaya.
"Hanya isi dalamnya ditambah, selama ini tidak ada. Kini sudah ada, setelah kita berkoordinasi dengan beberapa museum di Indonesia," ulasnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Pekanbaru, Akmal Khairi menyampaikan bahwa nilai bantuan dari Bank Indonesia itu mencapai Rp 200 juta.
Ia menyebut ada sekitar 78 item bantuan itu mulai dari benda antik hingga diorama.
"Berupa benda untuk menambah koleksi dalam Rumah Singgah Tuan Kadi," ulasnya.
Dirinya menyebut bahwa aneka koleksi tersebut menambah nuansa tempo dulu di rumah singgah.
Koleksi vintage ini memang terbilang langka sehingga bisa jadi koleksi.
(Tribunpekanbaru.com/Fernando Sikumbang)