SUV petualang JETOUR T2 resmi menyabet peringkat keselamatan tertinggi lima bintang dari ASEAN NCAP dengan akumulasi skor impresif 86,50 poin, sebuah pencapaian yang mengukuhkan komitmen pabrikan asal Tiongkok ini dalam memberikan perlindungan maksimal bagi konsumen di pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Jetour T2 mencatatkan pencapaian monumental di segmen SUV dengan meraih peringkat lima bintang dari ASEAN NCAP, lembaga penilaian keselamatan kendaraan paling bergengsi di kawasan Asia Tenggara.
Dalam serangkaian pengujian ketat, Jetour T2 berhasil membukukan skor total 86,50 poin, sekaligus menegaskan bahwa kendaraan bergaya rugged adventure ini tidak hanya mengedepankan desain maskulin, tetapi juga standar keamanan global yang tak kompromi.
Berdasarkan data resmi ASEAN NCAP, Jetour T2 menjalani uji penilaian yang mencakup empat kategori utama secara komprehensif.
Kendaraan ini mencatatkan skor 37,17 poin pada Perlindungan Penumpang Dewasa (AOP), 15,94 poin untuk Perlindungan Penumpang Anak (COP), serta 17,14 poin pada fitur Bantuan Keselamatan (Safety Assist).
Menariknya, pada kategori Keselamatan Pengendara Sepeda Motor (Motorcyclist Safety), Jetour T2 meraih 16,25 poin dengan catatan skor sempurna pada fitur Blind Spot Detection (BSD).
President Director PT JETOUR Sales Indonesia, Peter Zhang, menyatakan bahwa hasil ini merupakan validasi atas upaya perusahaan dalam mengintegrasikan teknologi keselamatan tingkat tinggi sejak tahap pengembangan awal.
"Lima bintang ASEAN NCAP ini merupakan validasi dari filosofi Travel+ JETOUR. Kami ingin memastikan setiap perjalanan bersama Jetour T2 selalu didukung teknologi keselamatan yang memberikan rasa aman, bukan sekadar mengandalkan ketangguhan mesin," ujar Peter Zhang dalam keterangannya yang diterima SURYA.co.id, Kamis (22/1/26).
Keberhasilan Jetour T2 dalam uji tabrak ini, didukung oleh desain struktur kendaraan yang sangat kokoh.
Dari sisi keselamatan pasif, SUV ini dibangun dengan tingkat rigiditas torsional mencapai 31.000 Nm per derajat.
Penggunaan material baja berkekuatan tinggi (high strength steel) yang mencakup 80 persen dari struktur bodi, memastikan distribusi energi benturan terserap secara optimal untuk melindungi kabin penumpang.
"Pencapaian ini menjadi bukti filosofi merek JETOUR yang menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama bagi seluruh pengguna jalan, termasuk kepedulian kami terhadap keselamatan pengendara roda dua yang mendominasi jalanan di Indonesia," tambah Peter Zhang menekankan pentingnya fitur keselamatan aktif yang diusung.
Selain perlindungan fisik, Jetour T2 dilengkapi dengan rangkaian fitur keselamatan aktif yang canggih. Standar fitur seperti Electronic Stability Control (ESC), Anti-lock Braking System (ABS), serta Seat Belt Reminder telah terpasang di seluruh kursi.
Tak hanya itu, rangkaian Advanced Driver Assistance System (ADAS) seperti Autonomous Emergency Braking (AEB), Forward Collision Warning (FCW), Lane Keep Assist (LKA) hingga Auto High Beam (AHB) hadir untuk meminimalisir risiko kecelakaan.
Jetour T2 sebelumnya telah diperkenalkan secara resmi kepada publik tanah air pada ajang GAIKINDO Jakarta Auto Week (GJAW) 2025.
Dengan catatan penjualan global yang telah melampaui 400 ribu unit, raihan bintang lima ini diprediksi akan semakin memperkuat kepercayaan konsumen Indonesia terhadap reliabilitas produk JETOUR di segmen SUV petualang.
"Raihan ini, menegaskan komitmen jangka panjang kami dalam menghadirkan kendaraan dengan standar keselamatan tertinggi di kawasan ASEAN," tutup Peter.