Jalan Bintara Raya Bekasi Barat Terendam Banjir 60 Sentimeter, Bikin Banyak Kendaraan Mogok
January 22, 2026 03:32 PM

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI – Banjir kembali merendam Jalan Bintara Raya, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Kamis (22/1/2026).

Ketinggian air mencapai sekitar 60 sentimeter, menyebabkan arus lalu lintas tersendat dan sejumlah kendaraan mogok di lokasi.

Pantauan Tribun Bekasi sekitar pukul 13.00 WIB, banjir menggenangi ruas jalan utama yang menjadi penghubung Kota Bekasi dengan Jakarta Timur.

Baca juga: Sudah 2 Pekan SD Pantai Harapanjaya 03 Bekasi Terendam Banjir, Siswa Diliburkan dan Belajar di Rumah

Kondisi ini memaksa pengendara mobil, sepeda motor, hingga truk memilih melintas di sisi jalan yang kontur tanahnya lebih tinggi untuk menghindari mesin mati.

Meski demikian, tidak sedikit pengendara yang tetap nekat menerobos genangan.

Akibatnya, beberapa sepeda motor terlihat mogok dan harus didorong keluar dari area banjir.

Salah satu warga sekitar, Firman (28), mengatakan banjir mulai terjadi sejak pukul 12.30 WIB.

Ketinggian air meningkat secara bertahap hingga mencapai sekitar 50–60 sentimeter.

“Mulainya dari jam setengah satu siang. Airnya naik pelan-pelan, sekarang kira-kira sudah 50 sampai 60 sentimeter,” ujar Firman di lokasi.

Menurut Firman, banjir dipicu oleh meluapnya Kali Cakung atau yang oleh warga setempat dikenal sebagai Kali Bintara.

Luapan air kali tersebut awalnya merendam permukiman warga, sebelum akhirnya meluber ke badan Jalan Bintara Raya.

Baca juga: Jadi Biang Kerok Banjir Bekasi, Menteri Lingkungan Hidup Segel Sejumlah Obyek di Gunung Geulis Bogor

“Air kali meluap, rumah warga dulu yang kena, setelah itu baru naik ke jalan raya,” jelasnya.

Keluhan serupa disampaikan Rojak (58), seorang pengendara sepeda motor yang kerap melintas di kawasan tersebut.

Ia menuturkan banjir di Jalan Bintara Raya bukan kejadian baru dan hampir selalu terjadi setiap tahun, terutama saat musim hujan.

“Sudah sering banjir di sini, hampir tiap tahun pasti ada. Apalagi sekarang musim hujan,” kata Rojak.

Baca juga: Ditemani Seskab Teddy, Inilah Momen Prabowo Tinjau Banjir Bekasi Sambil Buka Puasa Bareng Warga

Selain faktor curah hujan yang tinggi, Rojak menilai desain aliran Kali Bintara turut memperparah kondisi banjir.

Menurutnya, alur sungai yang berbelok membuat aliran air tidak optimal sehingga mudah meluap.

“Aliran kalinya melengkung, jadi airnya tertahan dan belok. Kalau lurus mungkin banjirnya bisa lebih berkurang,” ujarnya.

Ia berharap Pemerintah Kota Bekasi bersama pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan banjir yang berulang, agar tidak terus mengganggu aktivitas warga dan pengguna jalan. (M37)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.