TRIBUN-SULBAR.COM,MAMUJU TENGAH– Sebanyak 27 butir telur buaya muara yang ditemukan di Dusun Jawi-Jawi, Desa Kire, Kecamatan Budong-budong, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, akhirnya menetas setelah sekitar 20 hari masa penangkaran.
Dari total 38 butir telur yang berhasil diamankan warga dan petugas, 11 butir lainnya belum menetas.
Seluruh telur tersebut sebelumnya dievakuasi bersama induknya dari area perkebunan warga dan kini berada di penangkaran buaya Babana.
Baca juga: Warga Padang Panga Mamuju Buka Donasi Perbaiki Jalan, PUPR: Malah Fokus Benahi Interior Balai Kota
Baca juga: 2 Tahun Tak Beroperasi, Rumah Kemasan di Polman Dibenahi, Akan Disulap Jadi Pusat Oleh-oleh
Relawan BPBD Mamuju Tengah sekaligus warga yang terlibat dalam proses evakuasi, Sugandi Yusuf R (44), mengatakan anak-anak buaya tersebut masih dirawat bersama induknya di penangkaran.
“Umurnya sudah sekitar 21 hari. Anak buayanya masih diamankan di penangkaran,” ujar Sugandi, Kamis (22/1/2026).
Anak buaya yang baru menetas itu memiliki panjang sekitar 30 sentimeter.
Gigi dan ekornya masih berukuran kecil, namun sisik bergerigi di bagian punggungnya tampak tajam.
Sesekali, anak-anak buaya tersebut terlihat saling menggeliat dan naik ke punggung satu sama lain.
Untuk sementara, pakan yang diberikan berupa udang hidup.
Menurut Sugandi, seluruh anak buaya tersebut akan tetap berada di penangkaran guna memastikan keselamatan dan pertumbuhan mereka.
Sebelumnya, pada 18 Desember 2025, seekor induk buaya muara (Crocodylus porosus) sepanjang sekitar 2,4 meter ditemukan warga tengah mengerami puluhan telurnya di jalan tani yang sudah tidak digunakan, tak jauh dari permukiman warga.
Penemuan itu pertama kali dilaporkan seorang warga yang sedang memanen kelapa sawit. Menyadari potensi bahaya, warga segera melaporkan keberadaan reptil tersebut kepada pihak berwenang.
Tim gabungan yang terdiri dari petugas terkait serta pawang buaya dari Penangkaran Buaya Babana kemudian turun ke lokasi.
Proses evakuasi berlangsung cukup menegangkan karena sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara buaya dan warga.
Akhirnya, induk buaya berhasil diamankan bersama seluruh telurnya dan dipindahkan ke penangkaran.
Buaya betina tersebut kemudian diberi nama “Jawi-Jawi”, sesuai lokasi penemuannya. (*)
Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah