TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Warga Lembang Simbuang, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, digegerkan dengan penemuan mayat berjenis kelamin laki-laki di area kebun Dusun Simbuang, Rabu (21/1/2026).
Kasat Reskrim Polres Tana Toraja, Iptu Syahruddin, mengatakan korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 15.00 Wita.
Korban diketahui bernama Elias Tandilintin (56), warga RT Batatan, Dusun Buasan, Lembang Simbuang, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja.
“Setelah menerima laporan sekitar pukul 17.00 Wita, Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Tana Toraja langsung menuju TKP untuk melakukan olah tempat kejadian perkara,” ujar Syahruddin saat diwawancarai Tribun Toraja di ruang Humas Polres Tana Toraja, Kamis (22/1/2026).
Olah TKP dipimpin oleh Aipda Rangga Wirinda selaku Kaur Identifikasi, bersama Brigpol Dwi Wahyuni Tandipau’ dan Brigpol Agus Diyono Sapan.
Berdasarkan keterangan saksi, korban diketahui meninggalkan rumah sejak Sabtu (17/1/2026) dan tidak kembali.
Keluarga bersama warga kemudian melakukan pencarian.
Salah satu saksi mengaku sempat melihat korban berjalan seorang diri menuju arah lokasi kejadian sekitar pukul 10.00 Wita pada hari yang sama.
Pada Rabu (21/1/2026) sekitar pukul 14.00 Wita, dua saksi berinisiatif melakukan pencarian ke area hutan berdasarkan keterangan tersebut.
Sekitar satu jam kemudian, korban ditemukan tergeletak di semak-semak dalam kondisi sudah mengeluarkan bau tidak sedap.
Polisi menyebutkan, saat petugas tiba di lokasi, TKP sudah tidak sepenuhnya steril karena sejumlah warga dan keluarga korban telah lebih dulu mendekat ke jenazah.
Lokasi penemuan berada di jalan setapak yang menghubungkan Dusun Buasan dan Dusun Simbuang, sekitar 1,5 kilometer dari permukiman dan hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki, melewati sungai kecil, pematang sawah, dan kebun.
Korban ditemukan di area kebun dengan kemiringan tanah sekitar 45 derajat, di dekat jurang sedalam kurang lebih 2 meter.
Jenazah dalam posisi telentang, tertutup semak dan ranting, dengan kondisi tubuh telah mengalami pembusukan.
Di sekitar TKP, polisi menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban, di antaranya tas hitam berisi pisau dapur, dua buku bacaan, plastik bening, senter, sepasang sandal, dan sebungkus rokok.
Pemeriksaan luar dilakukan oleh tim medis dari Puskesmas Tampo dan Klinik Adelweis Polres Tana Toraja, dipimpin IPDA dr. Dwi Mindri Manda, sekitar pukul 19.00 Wita.
Hasil pemeriksaan menyebutkan:
Korban diperkirakan telah meninggal dunia 3 hingga 5 hari sebelum ditemukan
Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan
Kondisi tubuh menunjukkan pembusukan lanjut
Terdapat kotoran keluar dari anus korban
Dugaan Penyebab Kematian
Kasat Reskrim IPTU Syahruddin menyampaikan, penyebab pasti kematian tidak dapat ditentukan karena pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan penolakan.
Namun, berdasarkan hasil olah TKP, keterangan saksi, serta riwayat medis korban, polisi menduga korban meninggal akibat penyakit yang dideritanya kambuh.
“Korban memiliki riwayat diabetes dan hipertensi, serta tercatat sebagai pasien rawat jalan di Puskesmas Tampo. Diduga korban meninggal saat dalam perjalanan menuju rumah kerabatnya,” jelas Syahruddin.
Seluruh rangkaian penanganan berakhir sekitar pukul 23.30 Wita.(*)