Ramai Status WNI Syifa yang Jadi Tentara Amerika Pakai Green Card, Disentil Anggota DPR Perihal Ini
January 22, 2026 03:38 PM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Kisah Kezia Syifa (20), seorang gadis muda asal Tangerang, Banten, mendadak menjadi perbincangan hangat di tanah air. 

Di balik momen haru perpisahan di bandara yang viral di media sosial, terselip sebuah realitas yang memicu perdebatan sengit, Syifa kini resmi menjadi bagian dari militer Amerika Serikat.

Namun, di tengah kekaguman publik, muncul peringatan keras dari Senayan mengenai status kewarganegaraannya.

Bayang-bayang Kehilangan Status WNI

Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, memberikan respons serius terkait fenomena ini pada Rabu (21/1/2026). 

Ia mengingatkan bahwa langkah Syifa bukanlah sekadar urusan karier, melainkan memiliki implikasi hukum yang fatal terhadap statusnya sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).

Politikus PDI Perjuangan ini merujuk pada Undang-undang No 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. 

Menurutnya, tindakan bergabung dengan militer asing tanpa izin khusus dapat membuat seseorang kehilangan identitas Indonesia-nya secara otomatis.

"Perlu dijelaskan kepada masyarakat bahwa ikut bergabung dengan angkatan perang negara asing dapat melanggar Undang-undang Kewarganegaraan," tegas TB Hasanuddin dalam keterangannya. 

"Ini bukan sekadar soal pilihan profesi, tetapi menyangkut status kewarganegaraan seseorang."

Hasanuddin merujuk pada Pasal 23 huruf d dan e yang mengatur bahwa WNI kehilangan kewarganegaraannya jika masuk dinas tentara asing tanpa izin Presiden, atau masuk dinas negara asing yang jabatannya di Indonesia hanya boleh diisi oleh WNI.

Baca juga: Prediksi Gaji Syifa Gadis Berhijab Jadi Tentara AS, DPR Ingatkan Konsekuensi, Dianggap Langgar UU

Dari Tangerang ke Kensington: Perjalanan di Garda Nasional

Di balik polemik hukum tersebut, tersimpan cerita perjuangan sebuah keluarga diaspora. 

Ibu kandung Syifa, Safitri, menceritakan bahwa keluarganya pindah ke Kensington, Maryland, AS sejak pertengahan 2023 setelah mendapatkan Green Card.

Syifa memilih bergabung dengan National Guard (Garda Nasional), komponen cadangan militer AS, namun bukan di garis depan pertempuran. 

Ia bertugas di bagian administrasi perkantoran. Keputusan ini diambil setelah mereka mendapatkan informasi dari sesama warga Indonesia yang juga menjadi tentara di sana.

"Awalnya saya juga takut, saya kira disuruh perang, namun ternyata tidak. Posisi yang diambil anak saya adalah di National Guard, dan bekerja di bagian office," jelas Safitri melalui sambungan telepon.

Baca juga: Ibunda Ungkap Status Kewarganegaraan Kezia Syifa, Gadis Berhijab Asal Indonesia Jadi Tentara di AS

Hijab dan Masa Depan Pendidikan

Salah satu hal yang menarik perhatian adalah Syifa tetap mengenakan hijab saat bertugas. Safitri memastikan bahwa militer AS memberikan ruang bagi identitas religius putrinya.

"Sebelum mendaftar tentu kami juga berdiskusi dengan keluarga dan mencari informasi. Salah satunya dengan penampilan hijab. Ternyata memang diperbolehkan, dan ada juga anggota dari negara-negara lain yang mengenakan hijab selain dari Indonesia," ungkapnya.

Selain alasan karier, bergabung dengan militer juga membuka pintu bagi Syifa untuk melanjutkan studi dengan beasiswa dari militer AS. 

Bagi keluarga, ini adalah peluang emas untuk masa depan pendidikan Syifa di negeri Paman Sam.

Baca juga: Siapa Syifa? Gadis Tangerang yang Menjadi Tentara AS, Intip Kehidupan Mewah dan Tunjangannya

Menanggapi Pro dan Kontra

Tentu saja, langkah Syifa mengundang beragam reaksi netizen, mulai dari kekaguman hingga kritik tajam mengenai nasionalisme. 

Namun, keluarga Syifa memilih untuk tidak ambil pusing.

"Mereka yang berkomentar negatif mungkin tidak mengetahui seperti apa kenyataannya. Bagi mereka yang mendukung dan berkomentar positif tentu kami mengapresiasi," pungkas Safitri dengan tenang.

Kini, di tengah hangatnya dukungan dan dinginnya aturan hukum yang menanti, kisah Syifa menjadi pengingat bagi para diaspora tentang tipisnya batas antara mengejar mimpi global dan mempertahankan identitas nasional.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.