Pelabuhan Belinyu Dipersiapkan Jadi Free Trade Zone, Investasi China Rp 3 Triliun
January 22, 2026 03:40 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pelabuhan Belinyu dipersiapkan menjadi Pelabuhan Free Trade Zone (FTZ) melalui kerja sama dengan investor asal China, Kamis (22/1/2026). Langkah ini dilakukan untuk mendukung pengembangan kawasan industri dan memperkuat pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bangka Belitung.

Pelabuhan FTZ merupakan area khusus yang terpisah dari daerah pabean, di mana barang impor dibebaskan dari bea masuk, PPN, PPnBM, dan cukai. 

Direktur PT Bumi Bangka Belitung Sejahtera, Eka Mulya Putra, menjelaskan bahwa skema bisnis yang direncanakan melibatkan pengembangan pelabuhan FTZ serta kawasan berikat, yang akan terintegrasi dengan kawasan industri.

"Kalau skema bisnisnya nanti pelabuhan itu menjadi pelabuhan FTZ, kemudian jadi kawasan berikat daerah itu. Kemudian mereka juga menginginkan pembangunan pelabuhan itu terintegrasi dengan kawasan industri, jadi nanti akan banyak pabrik, pergudangan dan segala macamnya," ujar Eka Mulya Putra. 

Untuk merealisasikan hal tersebut PT. Bumi Bangka Belitung Sejahtera selaku BUMD, telah melakukan kerjasama dengan PT. Hai Yin dengan nilai investasi Rp 3 triliun.

Namun untuk saat ini kerja sama baru sebatas penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), serta mengurus sejumlah perizinan untuk merealisasikan mega proyek tersebut. 

"Untuk perizinannya banyak di pusat semua, masih banyak turunan perizinannya seperti apa. Secara teknis belum sampai ke pembahasan teknis, misalnya masalah AMDAL dan itu harus kita urus," tuturnya.

Selain itu untuk pola kerjasamanya, Eka Mulya Putra memastikan nantinya akan dilakukan dengan sistem bagi hasil yang akan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Bangka Belitung. 

"Jadi nanti, akan ada kontrak lanjutan dari itu. Pengelolaannya nanti mereka yang akan mengoperasikan pelabuhan itu, mungkin beberapa tahun. Masanya bisa 20 tahun atau 30 tahun artinya mereka yang mengoperasikan semua pelabuhan, nanti tinggal dibagi hasil dengan Pemprov Bangka Belitung," bebernya.

Lebih lanjut terkait dengan mitigasi dari proyek tersebut, Eka Mulya Putra menegaskan sudah melakukan perhitungan terperinci termasuk dengan dampak sosial.

"Kita yakin dampak positifnya akan lebih besar untuk Bangka Belitung, terutama dalam hal perekonomian. Ekonomi kita pasti akan lebih menggeliat, kemudian lapangan pekerjaan. Jadi secara kalkulasi sosial ekonominya, dampaknya pasti akan lebih besar untuk kita," jelasnya. 

Sementara itu pihaknya berharap kerjasama dengan PT. Hai Yin dapat berjalan dengan lancar, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Negeri Serumpun Sebalai. 

"Pak Gubernur punya mimpi besar, untuk membawa perubahan bagi Bangka Belitung. Maka kami mencoba menerjemahkannya secara konkret, dalam bentuk aksi-aksi yang sudah dilaksanakan. Jadi mohon doa dan dukungan dari masyarakat Bangka Belitung, supaya keinginan ini bisa segera terwujud," ungkapnya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.