Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kabupaten Bekasi, Indra Satria Nugraha (43), meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas maut di ruas Tol Cipularang KM 83 B arah Bandung menuju Jakarta, tepatnya di wilayah Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Kamis (22/1/2026) pagi.
Indra mengembuskan napas terakhir saat dalam perjalanan menuju rumah sakit setelah mobil Toyota Innova bernomor polisi B 1466 FQN yang dikemudikannya mengalami kecelakaan hebat di tengah hujan deras.
Pj Kanit PJR Tol Cipularang, Ipda Kemas Dody, mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 09.25 WIB. Saat itu, korban melaju dari arah Bandung menuju Jakarta dan berada di lajur kanan.
"Diperkirakan kendaraan berjalan di lajur dua atau lajur kanan dan hendak mendahului dari lajur kiri ke lajur satu. Namun karena hujan cukup deras dan jarak pandang terbatas, kendaraan diduga mengalami out of control," ujar Dody kepada wartawan di Kantor PJR Tol Cipularang, Kamis (22/1/2026).
Akibat kehilangan kendali, mobil korban membanting setir hingga menabrak beton pembatas median jalan. Setelah itu, kendaraan kembali terpental dan menghantam sebuah dump truk bernomor polisi A 9304 ZX yang berada di depannya.
"Mobil korban sempat menabrak pembatas beton di median jalan, kemudian kembali menabrak dump truk. Untuk penanganan dan penyelidikan lebih lanjut, perkara ini kami serahkan ke Unit Laka Polres Purwakarta," ucapnya.
Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi kejadian, korban diketahui mengemudi seorang diri. Indra mengalami luka serius di bagian dada, kaki, serta sisi kanan tubuhnya.
"Korban masih dalam kondisi hidup saat dievakuasi dari kendaraan. Petugas bersama Jasa Marga dan ambulans langsung membawa korban ke RS Abdul Radjak Purwakarta," kata Dody.
Namun, nyawa korban tidak tertolong. Informasi yang dihimpun Tribunjabar.id dari pihak rumah sakit menyebutkan, Indra Satria Nugraha dinyatakan meninggal dunia setibanya di RS Abdul Radjak.
Pantauan di lokasi kejadian, mobil Toyota Innova milik korban mengalami kerusakan sangat parah. Bagian depan kendaraan ringsek berat, sementara sisi kanan mobil hancur, menandakan kerasnya benturan yang terjadi.
Proses evakuasi berlangsung cukup lama karena korban sempat terjepit di dalam kendaraan. Kondisi hujan deras yang mengguyur kawasan Tol Cipularang juga menyulitkan proses penanganan di lokasi.
Sementara itu, sopir dump truk sekaligus saksi mata, Saipul, mengaku saat kejadian dirinya tengah berhenti di bahu jalan untuk memeriksa kendaraan.
"Saya lagi berhenti mau ngecek mobil, baru mau naik dan duduk, tiba-tiba ditabrak dari belakang. Benturannya keras sekali, saya kaget," ujar Saipul.
Saipul menyebut truk yang dikemudikannya bermuatan keramik dan hendak menuju Bandung. Ia memastikan tidak mengalami luka maupun kerusakan berarti pada kendaraannya.
"Saya engga tahu mobilnya dari mana, tahu-tahu sudah nabrak. Waktu itu hujan deras," ucapnya.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk mengecek kondisi kendaraan dump truk saat kejadian. (*)