WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperluas cakupan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga ke wilayah penyangga Jakarta atau Bodetabek.
Langkah ini dinilai penting untuk menekan curah hujan ekstrem yang berpotensi memicu banjir dan genangan, baik di Ibu Kota maupun daerah sekitarnya.
Pramono menegaskan, pengendalian hujan tidak akan optimal jika hanya dilakukan di wilayah administratif Jakarta.
Baca juga: Hujan Deras Sepanjang Hari di Jakarta, Modifikasi Cuaca Dilakukan 2 Kali
Menurutnya, kawasan Tangerang, Bekasi, Depok, dan Bogor memiliki keterkaitan hidrologis yang erat dengan Jakarta, terutama sebagai daerah hulu dan penyangga aliran air.
“Kami juga menyampaikan kepada BMKG agar konsentrasinya jangan hanya Jakarta. Wilayah kiri-kanannya juga dilakukan modifikasi cuaca, terutama Tangerang, Bekasi, kemudian Bogor, Depok, dan sebagainya,” ujar Pramono saat ditemui di Jakarta Barat, Kamis (22/1/2026).
Ia menjelaskan, saat ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih memusatkan pelaksanaan OMC di wilayah Jakarta.
Sementara itu, penanganan wilayah di luar Jakarta diharapkan dapat dilakukan oleh BMKG melalui koordinasi dengan pemerintah pusat agar pengendalian cuaca berjalan secara terpadu dan saling melengkapi.
“Kami sekarang fokus di Jakarta, BMKG di luar Jakarta,” kata Pramono.
Baca juga: Musim Hujan Memuncak, DKI Jakarta Andalkan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Mitigasi Banjir
Pramono juga mengungkapkan bahwa operasi modifikasi cuaca telah dilakukan sejak pagi hari dengan menggunakan pesawat.
Operasi ini bertujuan mengurangi intensitas hujan yang diperkirakan turun dalam durasi cukup panjang.
Menurutnya, tanpa intervensi OMC, hujan diprediksi akan turun sejak pagi dengan durasi hingga delapan jam.
Melalui modifikasi cuaca, hujan tetap diharapkan terjadi, namun dengan intensitas yang lebih terkendali sehingga risiko banjir dapat diminimalkan.
“Seharusnya kalau tidak ada modifikasi cuaca pasti tadi masih hujan. Tapi sejak pukul 7.30 kami sudah melakukan modifikasi cuaca. Hari ini akan diterbangkan dua kali, sehingga Jakarta mudah-mudahan curah hujannya tidak seperti yang diprediksi BMKG,” ujarnya.
Pramono berharap, sinergi antara Pemprov DKI Jakarta, BMKG, dan pemerintah pusat dapat memperkuat upaya mitigasi bencana hidrometeorologi, khususnya di tengah tingginya intensitas hujan pada musim penghujan saat ini.