TRIBUNMANADO.CO.ID - Jenazah Florencia Wibisono telah diserahkan ke keluarga dan rencananya akan dimakamkan di Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara.
Florencia Wibisono menjadi salah satu korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) rute Yogyakarta-Makassar yang jatuh di wilayah antara Kabupaten Maros dan Pangkep, pada Sabtu (17/1/2025).
Kepergian Florencia meninggalkan duka bagi keluarga termasuk teman-teman kelasnya semasa masih bersekolah.
Tesa sahabat dekat Florencia mengungkapkan sosok sahabatnya itu semasa bersekolah di SMA Negeri 1 Tondano.
Tesa mengungkapkan Florencia yang akrab disapa Olen sangat humble dan takut Tuhan.
Bahkan pribadi yang friendly dan dewasa sehingga banyak orang sangat suka terhadapnya.
"Dari postingan orang-orang bisa dilihat pribadinya seperti apa. Bahkan sampai orang tidak dekat pun bisa kenal Olen seperti apa.
Dia baik sekali, friendly, hangat, super care, dewasa, gigih orangnya, terlebih sangat cinta Tuhan," ungkapnya.
Menurutnya, Florencia seorang pekerja keras dan selalu berusaha dengan apa yang ingin diraihnya.
"Apa yg ingin dia capai, pasti dia akan berusaha sekali untuk capai itu," ungkapnya.
Tesa pun merasa kehilangan atas kepergian sahabat terbaiknya itu.
"Sangat terpukul dan tidak percaya kalau Olen telah terbang jauh," tandasnya.
Dia berdoa semoga pihak keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan.
"Kami turut berdukacita semoga keluarga diberikan kekuatan," pungkasnya.
(TribunManado.co.id/Fer)