Jasad Florencia Korban Pesawat ATR 42-500 Diterima Keluarga, Kakak : Aku Kehilangan Teman Curhat
January 22, 2026 05:27 PM

 

SRIPOKU.COM - Mata Natasya Wibisono masih terlihat sembab dan merah ketika menyambut keluarga dan kerabat yang datang pada Kamis (22/1/2026).

Ia masih merasakan kesedihan mendalam setelah adiknya, Florencia Lolita Wibisono, menjadi korban meninggal pasca jatuhnya pesawat ATR 42-500 di lereng Gunung Bulusaraung.

Jasad wanita akrab disapa Olen ditemukan tim pencari pada Senin (19/1/2026) atau hari kedua pencarian.

Kini, jasad Olen sudah tiba di rumah duka beralamat Rumah Duka Grand Heaven, Pluit, Jakarta Utara.

Baca juga: Jerit Tangis Keluarga di Depan Peti Mati Florencia Pramugari Pesawat ATR, Berkali-kali Usap Air Mata

Suara Natasya terdengar bergetar, air mata pun tak terbendung usai mengenang sosok adiknya yang menjadi korban tewas dalam kecelakaan maut itu.

Sambil didampingi sang suami, Felix Agoes, Natasya terus mencoba menahan tangisnya itu. 

Apalagi, saat ini ia harus kehilangan sosok yang ceria di keluarga.

"Adik aku itu sosok yang ceria. Dan... dia suka bantu orang. Walaupun mungkin dia enggak ada, tapi dia selalu usahakan untuk orang lain," kata Natasya kepada wartawan.

Rasa tak percaya masih terus menghantuinya meski jenazah sang adik sudah berada di peti mati dan disemayamkan.

"Walaupun sampai dia enggak ada, saya masih enggak percaya. Tapi belajar untuk terima, ikhlas. Karena mungkin kelihatannya tragis, tapi ternyata adik saya banyak memberkati banyak orang," ungkapnya.

"Banyak komen-komen yang masuk yang mungkin saya enggak bisa lihat satu-satu. Cuma sekilas-sekilas, tapi semua orang bilang dia adalah sosok yang baik," sambungnya.

Sebagai kakak, Natasya mengaku menjadi tempat untuk Olen menyampaikan curahan hatinya. 

Baca juga: Jasad Pramugari Florencia Teridentifikasi Lewat Sidik Jari Jempol Kiri, Sudah Ada Rencana Menikah

Apalagi, baru tiga bulan terakhir Olen bergabung dengan PT Indonesia Air Transport.

Tak ada cerita negatif yang disampaikan Olen. 

Olen sangat bahagia bisa dipertemukan dengan orang-orang yang baik semasa ia bekerja.

"Hampir setiap hari dia hubungin saya, dia cerita gimana dia happy-nya di sana. Ketemu banyak orang-orang baik. Dan aku lihat memang perubahannya itu sangat signifikan gitu. Dan aku yakin adikku pergi dengan senang gitu, dengan happy," tuturnya.

"Jadi yang keluarga mau ingat adalah adik yang cantik, adik yang baik hati, adik yang ceria. Jadi keluarga hanya ingin mengingat itu saja," imbuhnya.

Hal yang sama juga disampaikan Felix. 

Menurutnya, kondisi adik iparnya dalam beberapa waktu terakhir sangat bahagia.

Sehingga Felix mengatakan keluarga besar Florencia pun seperti mendapat anugerah dari Tuhan bisa mempunyai sosok seperti adik iparnya tersebut.

"Mungkin bagi kami ngelihatnya kematiannya tragis, cara matinya. Tapi ketika melihat semua respon, baik teman-teman, sahabat, saudara, saya rasa cara hidupnya Olen lebih baik diingat. Karena cara hidupnya memberkati banyak orang," tuturnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.