Harga Emas Berfluktuasi di Sejumlah Wilayah Aceh, Langsa Bertahan Rp 9 Juta per Mayam
SERAMBINEWS.COM – Pergerakan harga emas di sejumlah kabupaten/kota di Aceh pada Kamis (22/1/2026) menunjukkan tren yang beragam.
Sebagian daerah masih bertahan di level tinggi, sementara wilayah lain mulai mengalami koreksi setelah lonjakan tajam dalam beberapa hari terakhir.
Ketegangan geopolitik global serta kekhawatiran perang dagang internasional masih menjadi faktor utama yang memengaruhi harga logam mulia tersebut.
Baca juga: Sempat Naik 2 Kali Sehari, Kini Harga Emas di Langsa Masih Kokoh Rp 9 Juta
Harga emas di pasar Kota Langsa dilaporkan masih bertahan tinggi hingga hari ini.
Emas perhiasan kadar 99,5 persen tetap berada di level Rp 9.000.000 per mayam, belum termasuk ongkos pembuatan sebesar Rp 50.000.
Hal yang sama juga terjadi pada emas perhiasan 97 persen yang masih dijual Rp 8.800.000 per mayam, belum termasuk ongkos.
Pengelola Toko Emas Berkat Jasa Sejahtera, Fakhrurrazi, mengatakan harga emas sebelumnya sempat mengalami kenaikan dua kali dalam sehari, namun pada Kamis ini relatif stabil.
Sementara itu, emas perhiasan kadar 70 persen juga bertahan di harga Rp 2.200.000 per mayam, belum termasuk ongkos.
Kenaikan harga emas di Langsa disebut dipicu oleh ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Eropa terkait isu Greenland, serta kekhawatiran meluasnya perang dagang global.
Baca juga: Harga Emas di Langsa Masih Kokoh Rp 9 Juta per Mayam Pada 22 Januari 2026
Berbeda dengan Langsa, harga emas di Kabupaten Aceh Barat Daya mulai mengalami penurunan.
Miswar, salah seorang pedagang emas di Blangpidie, menyebutkan harga emas london turun Rp 100.000 per mayam.
“Hari ini harga emas london Rp 8.350.000 per mayam, turun dari sebelumnya Rp 8.450.000. Harga ini sudah termasuk ongkos buat,” ujarnya.
Selain itu, emas murni juga turun dari Rp 8.750.000 menjadi Rp 8.650.000 per mayam.
Sementara emas Antam justru mengalami kenaikan dari Rp 2.772.000 menjadi Rp 2.790.000 per gram.
Meski terjadi fluktuasi, daya beli masyarakat masih terpantau stabil.
Baca juga: Sempat Naik Gila-gilaan, Harga Emas London di Abdya Berangsur Turun pada 22 Januari 2026
Harga perhiasan emas di Kabupaten Pidie terus melambung dalam sepekan terakhir.
Pada Kamis ini, harga emas perhiasan tembus Rp 8.500.000 per mayam.
Pedagang emas di Kota Beureunuen, Haji Jamal Abadi, mengatakan lonjakan harga dipicu oleh belum pulihnya kondisi ekonomi global, sehingga banyak investor beralih ke emas sebagai instrumen investasi.
Untuk emas perhiasan jenis 23 karat, pedagang menjualnya Rp 8.500.000 per mayam setelah ongkos.
Sementara emas perhiasan 20 karat dijual Rp 7.450.000 per mayam.
Meski harga tinggi, daya beli masyarakat justru mengalami penurunan, dengan sekitar 60 persen transaksi didominasi oleh penjualan emas.
Baca juga: Harga Emas di Pidie, 22 Januari 2026, Tembus Rp 8.500.000 Per Mayam
Di Kota Lhokseumawe, harga emas justru mengalami penurunan dibandingkan sehari sebelumnya.
Pedagang emas di Jalan Perniagaan, Mori, mengatakan harga emas murni dan emas london turun sekitar Rp 3.000 per mayam.
Harga beli emas murni kini berada di Rp 7.800.000 per mayam, turun dari Rp 7.803.000.
Sementara emas london turun menjadi Rp 7.400.000 per mayam. Dalam sepekan terakhir, transaksi penjualan emas lebih dominan dibanding pembelian.
Harga emas di Banda Aceh juga mengalami koreksi.
Berdasarkan pemantauan di Toko Emas Bina Nusa, harga emas turun Rp 90.000 menjadi Rp 8.570.000 per mayam.
Penurunan ini terjadi setelah harga emas sempat mencetak rekor tertinggi beberapa hari sebelumnya.
Meski demikian, harga tersebut belum termasuk ongkos pembuatan yang berkisar Rp 100.000 hingga Rp 200.000 per mayam.
Fluktuasi harga emas di berbagai wilayah Aceh menunjukkan dinamika pasar yang masih dipengaruhi faktor global, sekaligus mencerminkan perbedaan daya beli masyarakat di tiap daerah.
Baca juga: Harga Emas di Banda Aceh Terkoreksi Setelah Pecah Rekor, Turun Segini per Mayam pada 22 Januari 2026
(Serambinews.com/Sri Anggun Oktaviana)