TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Tim gabungan berhasil menemukan Mbah Gami (75), warga Dusun Ngandong, RT 01 RW 04, Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, yang tenggelam di Sungai Bengawan Solo.
Mbah Gami ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Jenazah ditemukan, di area Bendung Gerak, Kalitidu, Bojonegoro, Jawa Timur, dalam pencarian hari ke-3.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blora, Mulyowati, mengatakan jenazah Mbah Gami ditemukan sekira pukul 15.50 WIB.
Baca juga: Yayasan Kanker Indonesia Semarang Koordinator Jawa Tengah Gelar Audiensi Ke Universitas Semarang
Baca juga: UIN Saizu Perluas Diplomasi Pendidikan lewat Kerja Sama dengan Kedutaan Suriname
Baca juga: 56 Usaha di Telaga Menjer Wonosobo Didata Ulang, Pemkab Temukan 13 Tak Sesuai Tata Ruang
"Alhamdulillah Mbah Gami sudah ditemukan, meskipun dalam keadaan meninggal dunia."
"Jenazah Mbah Gami ditemukan di permukaan air di Bendung Gerak, Kalitidu, Bojonegoro, Jawa Timur," jelasnya, kepada Tribunjateng.com, Rabu (21/1/2026).
Mulyowati menyampaikan jenazah memang ditemukan cukup jauh dari lokasi awal kejadian Mbah Gami terpeleset dan tenggelam.
Arus deras, membuat jenazah Mbah Gami terbawa arus hingga ke Bendung Gerak, Kalitidu, Bojonegoro.
"Ini setelah dievakuasi, jenazah kita bawa ke Rumah Sakit Bojonegoro dulu untuk disucikan. Terus setelah itu, jenazah kami serahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan sebagaimana mestinya," jelasnya.
Kronologi Mbah Gami Tenggelam
Nasib nahas menimpa Mbah Gami (75), warga Dusun Ngandong, RT 01 RW 04, Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, yang tenggelam di Sungai Bengawan Solo, Minggu (18/1/2026) petang,
Saat itu, Mbah Gami sedang berkunjung ke rumah sang anak. Rumah anaknya, berjarak sekitar 15 meter dari Sungai Bengawan Solo.
Minggu petang, Mbah Gami pamit ke anaknya, untuk keluar rumah hendak buang air besar (BAB) dan mandi di Sungai Bengawan Solo.
Namun, saat itu Mbah Gami diduga terpeleset, dan tenggelam terbawa arus Sungai Bengawan Solo.
"Ada seorang pemancing yang melihat Mbah Gami sempat melambaikan tangan, seperti minta tolong. Jarak antara pemancing dan Mbah Gami sekitar 20 meteran."
"Lalu, pemancing itu lari mengejar Mbah Gami yang terbawa arus deras. Namun, karena medan tepi sungai yang banyak rumpun bambu, akhirnya pemancing itu berhenti, dan meminta pertolongan ke warga," jelasnya, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blora, Mulyowati.
Kemudian warga, berusaha mencari Mbah Gami di Sungai Bengawan Solo. Di titik awal, di tepi sungai ditemukan baju milik Mbah Gami.
"Mungkin pada saat Mbah Gami BAB atau mandi itu bajunya dilepas semua. Di tepi sungai itu, ada baju yang sebelumnya dipakai Mbah Gami sore itu," jelasnya.
Mulyowati menduga bahwa warga setempat memang sudah terbiasa mandi dan BAB di sungai Bengawan Solo.
"Tadi saya pas ke sana, saya mengecek, saya lihat enggak ada yang punya toilet, kalau kamar mandi ada, tapi ya sederhana ada tirai dan tempat airnya gitu. Tapi kalau toilet nggak ada."
"Jadi kemungkinan warga situ sudah terbiasa BAB nya di sungai Bengawan Solo," jelasnya.(Iqs)