TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG – Kunjungan wisata arung jeram di Sungai Elo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah mengalami penurunan signifikan selama musim penghujan awal 2026.
Sejumlah pengelola rafting mencatat penurunan jumlah wisatawan hingga 60–70 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan tersebut terjadi sejak libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), dipicu cuaca ekstrem serta kekhawatiran wisatawan terhadap potensi banjir di sejumlah daerah.
Pengelola Netral Rafting Sungai Elo, Hastin, mengatakan pada libur Nataru akhir 2025 hingga awal 2026, jumlah pengunjung menurun drastis dan hanya didominasi wisatawan individu atau keluarga kecil.
“Dari tanggal 20 Desember sampai tahun baru itu tidak seperti tahun kemarin. Paling cuma dua sampai tiga perahu, tidak ada rombongan. Isinya ya individu atau keluarga, tidak seramai tahun lalu,” ujar Hastin, Kamis (22/1/2026).
Ia menyebutkan, penurunan kunjungan mencapai 60 hingga 70 persen. Menurutnya, faktor cuaca menjadi alasan utama wisatawan menunda perjalanan arung jeram.
Padahal, lanjut Hastin, kondisi Sungai Elo relatif aman dan tidak pernah mengalami banjir besar seperti yang dikhawatirkan wisatawan.
“Kalau di Magelang memang sempat ada banjir di beberapa tempat, tapi Sungai Elo tidak pernah banjir sebesar itu. Sebenarnya aman,” katanya.
Hastin menambahkan, penurunan kunjungan tidak hanya dialami Netral Rafting, tetapi juga hampir seluruh pengelola arung jeram di Sungai Elo.
• Nasib Pohon Randu Alas Usia Ratusan Tahun, Bupati Magelang Grengseng: Tunggu Rekomendasi UGM
“Semua mengalami penurunan. Kalau cuma saya yang ramai, saya juga biasanya pinjam perahu ke operator lain. Di rafting itu saling mengisi. Tapi sekarang memang lagi sepi sampai sekarang,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, dari awal tahun hingga kini jumlah perahu yang turun ke sungai masih jauh dari kondisi normal.
“Kemarin ada rombongan, tapi cuma 11 perahu. Biasanya bisa sampai 50 perahu. Sekarang sudah mulai ada, tapi masih sedikit dan tidak seramai tahun 2025,” ujarnya.
Menurut Hastin, tahun 2025 lalu menjadi salah satu periode terbaik bagi wisata arung jeram Sungai Elo, bahkan ramai hingga menjelang Lebaran. Namun kondisi berbeda terjadi pada libur Nataru kali ini.
“Dulu ramai sekali sampai mau Lebaran. Tapi Nataru Desember kemarin itu sepi. Dari tanggal 20 Desember sudah sepi. Kami berharap ada liburan, tapi sampai tanggal 1 Januari nihil, paling satu sampai tiga perahu,” kata dia.
Adapun tarif arung jeram di Sungai Elo bervariasi, tergantung paket yang dipilih wisatawan.
Paket lengkap dengan jarak tempuh 12 kilometer dibanderol Rp750 ribu per orang, termasuk fasilitas makan, kelapa muda, berenang, dan fotografi.
Sementara paket dengan jarak 10 kilometer hingga jembatan dipatok Rp650 ribu per orang.
“Kadang tamu juga tidak ingin jarak jauh dengan harga segitu. Kalau rombongan banyak biasanya bisa di harga Rp650 ribu,” pungkasnya.
Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Disparpora Kabupaten Magelang, Arif Rahman, membenarkan adanya penurunan aktivitas wisata arung jeram dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurutnya, kondisi tersebut terutama terjadi selama musim penghujan.
“Memang ada sedikit penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, terutama pada periode libur kemarin. Namun, wisata rafting tidak selalu bergantung pada libur keluarga seperti ini. Saat aktivitas perkantoran berjalan normal pun, rafting tetap diminati karena banyak dimanfaatkan sebagai kegiatan outbound,” ujar Arif. (tro)