TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - IF (31), pria asal Kapanewon Kalasan, Sleman jadi korban penganiayaan saat berada di dalam sebuah rumah di Kalurahan Karangwuni, Kapanewon Wates, Kulon Progo, Kamis (22/01/2026). Polisi kini tengah memburu pelakunya.
Kasihumas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko menyampaikan aksi penganiayaan diketahui oleh warga setempat sekitar pukul 10.00 WIB, Kamis siang.
"Saat itu salah satu warga yang sedang beristirahat di rumah tiba-tiba mendengar suara orang meminta tolong," katanya pada wartawan.
Warga itu lalu keluar dari rumah dan menuju sumber suara bersama seorang warga lainnya. Rupanya suara tersebut berasal dari sebuah rumah di dalam lingkungan yang sama.
Saat mendekati rumah tersebut, keduanya bertemu dengan seorang pria yang tak dikenal. Menurut keterangan warga, pria tersebut diperkirakan berumur 40 tahun dengan tubuh kurus.
"Pria itu keluar lalu berkata ke warga bahwa hanya masalah pembagian uang tidak rata," ujar Sarjoko.
Tak lama setelah pria itu berkata pada warga IF berlari keluar rumah sambil berteriak minta tolong.
IF dalam kondisi tangan diborgol, salah satu kaki terikat, serta mulut dilakban namun dalam kondisi terbuka sehingga ia bisa berteriak.
Menurut Sarjoko, warga mendapati bahwa IF mengalami luka di bagian leher hingga mengalami pendarahan. Sedangkan pria asing yang sebelumnya bertemu warga langsung menghilang entah ke mana.
"Warga lalu memutuskan melapor ke Bhabinkamtibmas, yang meneruskan laporan ke kepolisian," jelasnya.
IF dibawa warga ke RS Rizki Amalia Temon dan kini telah dipindah ke RSUD Wates untuk penanganan lebih lanjut. Personel Polres Kulon Progo pun telah mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan penyelidikan awal.
Hingga kini kasus tersebut masih terus didalami oleh kepolisian. Termasuk dalam mengungkap motif pelaku hingga hubungan pelaku dengan IF sebagi korban dari kejadian ini.
"Kasusnya masih dalam penyelidikan sampai saat ini," kata Sarjoko.(alx)