SURYAMALANG.COM - Pelatih asal Portugal, Bernardo Tavares, pernah mengutarakan enggan kembali melatih klub Indonesia, tapi pada akhirnya mau menerima pinangan Persebaya Surabaya.
Kini, Bernardo Tavares sedang menggodok Persebaya Surabaya jelang menghadapi putaran kedua Super League 2025/2026.
Bernardo Tavares pertama kali melatih klub Indonesia pada 2022, saat memimpin PSM Makassar.
Pada musim pertama, sosok 45 tahun itu langsung membawa PSM menjuarai Liga 1 2022/23.
Bernardo Tavares membawa keajaiban bagi Juku Eja yang musim sebelumnya berkutat di papan bawah Liga 1.
Namun setelah itu, Bernardo Tavares mengalami banyak hal yang membuat kariernya seakan sia-sia.
Baca juga: Teka-teki Dejan Tumbas di Tengah Perombakan Skuad Persebaya era Bernardo Tavares, Stay Atau Out?
Seusai juara, PSM Makassar melepas striker terbaiknya, Ramadhan Sananta, yang membuat skuad mengalami downgrade.
PSM Makassar lalu berulang kali mengalami krisis finansial hingga menunggak gaji pemain, yang berujung sanksi FIFA.
Bertahun-tahun masalah yang sama berulang, Bernardo Tavares akhirnya mengundurkan diri pada Oktober 2025.
Melihat pengalaman tersebut, dapat dimaklumi bahwa mantan scout FC Porto itu akan menjauh dari sepak bola Indonesia.
"Jujur saja, ketika saya meninggalkan PSM Makassar, saya tidak membayangkan akan kembali ke Indonesia secepat ini," ucap Bernardo Tavares, dikutip SURYAMALANG.COM dari BolaSport.com.
Hanya dua bulan setelah cabut dari PSM Makassar, Bernardo Tavares menerima pinangan Persebaya Surabaya.
Persebaya Surabaya adalah raksasa tidur yang terakhir kali menjuarai Liga Indonesia pada 2004.
Klub berjuluk Bajul Ijo memiliki basis suporter salah satu yang terbesar di Indonesia, Bonek.
Dengan sumber daya lebih besar ketimbang PSM, Tavares tergoda menciptakan sejarah di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).
"Undangan dari manajemen Persebaya," ucap Tavares.
"Ide-ide yang mereka sampaikan, serta para pendukung (Bonek) yang saya lihat, mengubah pikiran saya," jelasnya.
Meski begitu ekspektasi kilat untuk melihat Persebaya langsung juara tampak harus ditahan.
Persebaya kini hanya menduduki peringkat tujuh dengan 28 poin dari 17 laga.
Bruno Moreira dkk tertinggal 10 poin dari Persib Bandung di puncak klasemen Super League 2025/26.
Waktu realistis untuk menghakimi kegagalan atau kesuksesan Tavares adalah musim depan.
Baca juga: Persib Gaspol Meraih Gelar Juara, Bojan Hodak Menandai Persebaya sebagai Ancaman Serius di Musim Ini