Deden Maulana Satu Korban ATR 42-500 Dikebumikan di Garut, Hujan Deras Iringi Pemakaman
January 22, 2026 08:35 PM

 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNPRIANGAN.COM, GARUT - Hujan deras iringi pemakaman Deden Maulana korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Deden merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang ikut dalam rombongan jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (17/1/2026).

Prosesi upacara pemakaman dilaksanakan di Kampung Pasanggrahan, Desa Pasanggrahan, Kabupaten Garut, Kamis (22/1/2025) petang.

Pantauan Tribunjabar.id, seribuan warga ikut menghadiri prosesi pemakaman mulai salat jenazah hingga mengantar ke pemakaman. 

Isak tangis pecah saat sang anak mengumandangkan adzan di depan liang lahat saat ayahnya mulai dikebumikan.

"Beliau sangat baik, tidak ada duanya baik sekali," ujar adik Deden, Berlian Purnama kepada Tribunjabar.id.

Baca juga: Karangan Bunga Banjiri Rumah Deden Maulana, Korban ATR 42-500 Asal Garut, Berikut Profilnya

Ia menuturkan, Deden sempat pulang ke Garut saat menjemput anaknya usai liburan pergantian tahun beberapa minggu yang lalu.

Keluarga Deden di Garut ungkapnya, mengetahui tragedi pesawat ATR 42-500 mengalami kecelakaan pada Sabtu sore.

"Waktu itu langsung berangkat ke Jakarta sama saudara dan sama ibu, dalam kondisi kaget dan tak tenang kami terus menunggu kepastian kabar," ungkapnya.

Berlian menjelaskan, bahwa Deden telah mengabdi di Kementerian Kelautan dan Perikanan sejak tahun 2003, kemudian tahun 2005 diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Beliau suka sekali dengan sepak bola, bahkan punya klub bola di tempat kerjanya, Marfish FC namanya," katanya.

Paman korban, Jejen Jaenali, mengungkapkan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. 

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Tim SAR gabungan, TNI, Polri, serta relawan yang terlibat sejak awal pencarian di lokasi kejadian.

Menurut Jejen, upaya maksimal yang dilakukan seluruh tim menjadi penguat bagi keluarga di tengah duka mendalam yang mereka rasakan. 

"Kami berharap seluruh petugas yang bertugas di lapangan selalu diberikan keselamatan dan kelancaran hingga proses evakuasi seluruh korban selesai," ungkapnya.

Hingga Kamis (22/1/2025) sore, sebanyak enam jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, berhasil ditemukan oleh Tim SAR gabungan.

Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf Dody Triyo Hadi menyampaikan, seluruh jenazah ditemukan dalam satu area pencarian dengan jarak lokasi yang saling berdekatan.

"Apa yang kita upayakan pencarian ini, Alhamdulillah hari ini hari keenam (operasi SAR), kita bisa menemukan enam jenazah yang berdekatan lokasinya," kata Dody dalam keterangannya pada Kamis, dipantau dari Breaking News KompasTV.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.