TRIBUN-SULBAR.COM,MAMUJU- Sebanyak tiga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu (PW) di Kabupaten Polman, Sulawesi Barat (Sulbar) mendapat sorotan warga karena diduga jarang masuk kantor saat berstatus tenaga honorer.
Ketiga PPPK PW itu bertugas di Kelurahan Mapilli, Polman. Mereka dianggap sebagai honorer ‘Siluman’ dan diduga terangkat PPPK tak memenuhi syarat.
Warga mengaku jarang melihat tiga honorer masuk ke kantor dan tiba-tiba menjadi pegawai.
Baca juga: BMKG Peringatkan Gelombang 2,5 Meter di Perairan Mamuju dan Sekitarnya
Baca juga: Basarnas Mamuju Kerahkan 22 Personel Bantu SAR Cari Penumpang Pesawat ATR 42-500
Warga merasa heran dan baru mengetahui keberadaan honorer yang disebut siluman itu setelah melihat mereka mengikuti proses pelantikan.
Mereka menduga adanya keterlibatan orang dalam serta manipulasi data sehingga tiga honorer dimaksud dinyatakan memenuhi syarat.
"Ada tiga orang, kenapa bisa terangkat padahal selama ini tidak pernah terlihat masuk kerja," ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya kepada wartawan.
Ia bersama warga lainnya mengaku heran lantaran tiga honorer dimaksud tiba-tiba ikut pelantikan.
Padahal, selama ini warga tidak pernah melihat ketiganya masuk kerja.
Warga pun mendesak pihak terkait untuk melakukan evaluasi dan membatalkan surat keputusan (SK) pengangkatan tiga PPPK PW tersebut.
"Ini tidak boleh dibiarkan, harus betul-betul diperiksa berkas-berkas yang menjadi persyaratan. Harus dievaluasi dan dibatalkan pengangkatan mereka," lanjutnya.
Lurah Mapilli, Awaluddin, membantah sorotan warga tersebut.
Menurutnya, seluruh tenaga honorer di Kelurahan Mapilli yang diangkat menjadi PPPK PW telah memenuhi persyaratan sesuai ketentuan.
Awaluddin menegaskan, honorer yang dianggap warga sebagai ‘siluman’ semuanya aktif berkantor.
Hanya saja, tidak banyak warga yang mengetahui bahwa mereka merupakan tenaga honorer di Kantor Kelurahan Mapilli.
"Sering hadir di kantor, cuma orang tidak tahu kalau mereka bertugas itu honorer di kantor ini," kata Awaluddin.
Ia menyebutkan, terdapat sembilan orang honorer di Kelurahan Mapilli yang diusulkan dan seluruhnya diangkat menjadi PPPK PW.
"Yang diusulkan sembilan orang, semuanya terangkat dan semuanya masuk kantor. Hanya satu orang yang izin karena sedang hamil besar dan berencana melahirkan di Makassar," ungkapnya.
Untuk diketahui, upacara penyerahan Surat Keputusan (SK) pengangkatan PPPK PW berlangsung di halaman Kantor Bupati Polman pada Kamis (15/1/2026).
Upacara tersebut dihadiri sebanyak 4.231 PPPK PW lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Polman. (*)