TRIBUNGAYO.COM - Pemerintah kini sedang memacu pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban banjir dan longsor di Kabupaten Gayo Lues.
Jumlah yang dibangun mencapai 3.051 unit untuk warga Kabupaten Gayo Lues.
Huntara yang tersebar di sejumlah desa itu, pemerintah menargetkan sebelum Ramadhan ini selesai.
Melansir Serambinews.com, huntara di Gayo Lues tersebut diperuntukkan bagi warga terdampak yang tersebar di tujuh kecamatan dan 20 desa.
Saat ini seluruhnya masih dalam tahap pengerjaan.
Pemerintah daerah menargetkan Huntara tersebut sudah dapat ditempati pada awal Ramadan 1447 Hijriah, sehingga masyarakat dapat menjalani ibadah puasa dengan kondisi tempat tinggal yang lebih layak.
Berdasarkan data per 20 Januari 2026, bencana yang melanda wilayah Gayo Lues mengakibatkan 3.499 unit rumah rusak berat, 715 unit rusak ringan, dan 775 unit rusak sedang.
Selain itu, tercatat sebanyak 283 unit rumah hanyut terseret material banjir.
Akibat bencana tersebut, jumlah warga yang terpaksa mengungsi mencapai sekitar 19.906 jiwa atau 5.789 kepala keluarga.
Para pengungsi saat ini masih bertahan di pos-pos pengungsian dan rumah kerabat sembari menunggu proses pembangunan Huntara rampung.
Hal itu dibenarkan Kepala BPBD Gayo Lues, Muhaimini.
Dikatakan, pemerintah daerah terus berupaya mempercepat pembangunan hunian sementara dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk dukungan dari pemerintah pusat dan lembaga terkait, guna memastikan kebutuhan dasar para korban dapat terpenuhi.
“Kita upayakan hunian sementara yang sedang dikerjakan bisa rampung dan ditempati warga pada awal Ramadan nanti,” ujar Muhaimini saat ditemui di Pendopo Bupati, Selasa (20/1/2026).
Selain Huntara, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah lanjutan untuk pemulihan permanen, termasuk pendataan lanjutan kerusakan rumah serta penyusunan skema rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Baca juga: Pastikan Pembangunan Huntara Sesuai Target, Babinsa di Bener Meriah Lakukan Monitoring