Berpura-pura Melayat ke Rumah Duka, Pelayat Embat Uang Duka, Modus Diungkap Warga
January 22, 2026 11:45 PM

 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Aksi nekat dilakukan seoran perempuan bernama Mia dengan berpura-pura melayat namun ternyata uang duka malah diembat. 

Namun aksinya ini diungkap warga dan sempat diamankan. Beruntung warga tidak anarkis dan memilih tak melanjutkan ke aparat hukum.

Pelaku hanya dinasihati dan selanjutnya dibebaskan disuruh pergi.

Modus dilakukan pelaku dengan memanfaatkan suasana duka keluarga korban kecelakaan mobil dan kereta di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara untuk menggasak uang dari para pelayat.

Baca juga: Link Download PDF Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026, Unduh Gratis Tinggal Cetak

Baca juga: BREAKING NEWS-Remaja 13 Tahun Tenggelam di Sungai Alalak Batola, Relawan dan Warga Lakukan Pencarian

Pelaku yang mengaku bernama Mia itu berpura-pura ikut melayat di rumah duka yang berada di  Jalan Satria, Gang Arjuna, Desa Mekar Sari, Kecamatan Delitua, Kabupaten Deli Serdang pada Kamis (22/1/2026) siang.

Di saat sebagian besar warga mengucapkan ucapan duka, Mia nekat mengambil uang dalam keranjang yang diletakkan di atas kursi dekat pagar menuju rumah duka.

Beruntung, aksi tersebut diketahui oleh warga sehingga pelaku langsung diamankan.

Pelaku kemudian langsung dibawa ke kediaman kepala dusun untuk menghindari amuk massa.

Di rumah kepala dusun, pelaku akhirnya dinasehati untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi.

Setelah itu pelaku dilepaskan.

Baca juga: 8.400 Hektare Sawah Gagal Panen di Kalsel Akibat Banjir, Potensi Kerugian Rp2,73 Triliun

Dikutip dari Kompas.com, Kepala Desa Mekar Sari Juliandi mengatakan modus pelaku dalam menjalankan aksinya adalah dengan memasukan uang duka ke dalam wadah, namun dia juga mengambil uang lainnya yang jumlahnya lebih besar.

"Jadi, teknisnya dia memasukkan Rp 5 ribu dan diambil uang Rp 30 ribu. Tapi, kalau banyak uang di situ, saya yakin diambil banyak," ucap Juliadi saat diwawancarai di lokasi. 

Menurut Juliandi, pelaku merupakan warga dari daerah lain yang sengaja menyamar sebagai pelayat.

"Dia tak bawa KTP. Ngakunya dia warga Ujung Serdang. Dia bukan warga sini. Jadi, modusnya dia pura-pura melayat saja," sebutnya. 

Setelah diinterograsi dan dinasihati, kata Juliandi, pelaku kemudian langsung dilepaskan kembali.

Wanita lansia itu meninggal bersama delapan keluarganya dalam insiden tabrakan antara mobil yang ditumpanginya dengan kereta api di Kota Tebing Tinggi. (Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.