Keanehan Penampakan Tumpukan Sampah yang Tertahan di Sungai Jalan Patmaraga Kotabaru Kalsel
January 23, 2026 12:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Keanehan penampakan tumpukan sampah yang tertahan di Sungai Jalan Patmaraga Kotabaru Kalsel.

Material bercampur sampah ini telah bertahan sekitar tiga hari terakhir sampai sekarang belum juga  dibersihkan petugas terkait.

Tumpukan material hingga sampah yang hanyut terbawa air menumpuk di bantaran sungai, di Jalan Patmaraga, Kelurahan Kotabaru Tengah, Kabupaten Kotabaru. 

Material berupa kayu, batang pisang, bambu, hingga sampah plastik ini mengendap tertahan setelah menyangkut di bawah jembatan Gang Rahim, tepat di sisi Langgar At-taqwa.

Baca juga: Tak Merasa Menyalahgunakan Wewenang, Mantan Bupati Tabalong Anang Syakhfiani Minta Bebas

Baca juga: Bapenda Kalsel Tambah Ruang Kerja, Dukung Layanan Lebih Optimal

Dituturkan warga setempat, Rahman, material bercampur sampah ini telah bertahan sekitar tiga hari terakhir, belum ada dibersihkan.

"Sudah tiga hari. Sampah ini terbawa arus air dari hulu dan tertahan saat berbarengan air laut pasang," ucapnya, Kamis (22/1/2026).

Selain merusak keindahan, Rahman juga menilai tumpukan material ini bisa memicu banjir di kawasan sekitar, mengingat dataran pemukiman warga terbilang rendah.

Jika debut air di aliran Sungai Baharu ini meningkat dan meluap, maka sasarannya rumah-rumah di sekitar terdampak.

Seperti yang berlangsung sekitar dua pekan lalu, luapan air dari Sunhai Baharu sempat merendam kawasan Gang Rahim, Jalan Agus Salim, hingga halaman warga sekitar. 

"Semoga saja cepat ditangani dinas terkait, kita juga siap membantu gotong royong jika memungkinkan," harapnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kotabaru, Hj Melinda mengatakan akan menyelidiki apakah tumpukan tersebut ada unsur kesengajaan atau tidak.

"Karena membuang sampah ke sungai ada hukum pidananya," ucapnya.

Pihaknya juga akan mengkoordinasikan dengan Kades dan Camat setempat untuk penanganan. 

Lebih lanjut, berkenaan dengan kondisi sungaia ini, Melinda juga mengatakan bahwa normalisasi sungai dan drainase bukan ranah DLH tapi Dinas PUPR.

Akan tetapi membuang sampah ke sungai adalah pelanggaran lingkungan dan akan ditelusuri.

Bagaimana Cara Membuang Sampah  yang Baik?

Cara membuang sampah yang benar.

Terdapat beberapa cara membuang sampah di pasar yang baik agar tetap terlihat bersih dan rapi, yaitu:

Membuang sampah pada tempatnya

Sampah harus dibuang di tempat sampah yang disediakan oleh pasar. Sehingga kita harus membuang sampah pada tempat sampah seperti bak sampah dan juga tong sampah.

Jangan membuang sampah di lantai pasar, meskipun telah ada sampah berserakan karena dapat menimbulkan penumpukan sampah.

Terkadang, jumlah tempat sampah di pasar sangatlah sedikit, tidak sesuai dengan jumlah aktivitas di dalamnya. Sehingga kita bisa membawa dahulu sampah hingga menemukan tempat sampah, daripada membuangnya begitu saja.

Tidak menumpuk sampah

Cara lain membuang sampah di pasar dengan baik adalah dengan tidak menumpuk sampah. Di pasar seringkali ditemukan tempat sampah yang sangat penuh sehingga sampahnya berserakan hingga ke lantai pasar.

Zulkarnaini dalam Faktor-Faktor Penentu Tingkat Partisipasi Pedagang dalam Pengelolaan Sampah di Pasar Pagi Arengka Kota Pekanbaru (2009) menyebutkan bahwa sebagian besar sampah pasar terdiri dari sampah basah.

Sehingga tumpukan sampah menjadi sarang lalat, tikus, dan serangga yang bisa membawa penyakit, mengotori tanah dan air, menimbulkan bau, serta memberikan pemandangan yang kurang menyenangkan.

    Memisahkan sampah organik dan anorganik

Aprizal Ramadhani dan A. P. M. Tarigan dalam jurnal Studi Pengelolaan Sampah Pasar Kota Medan (2013) menyebutkan bahwa sampah pasar yang paling banyak dihasilkan adalah sampah organik. Karena sampah pasar kebanyakan adalah sisa sayuran, daging, ikan, dan juga bahan makanan lainnya.

Pemisahan sampah organik dan anorganik sangat berguna untuk pengelolaan sampah. Sampah organik pasar kemudian bisa dibuat sebagai kompos sehingga berguna untuk pupuk tanaman, adapun sampah anorganik bisa di daur ulang untuk mengurangi penumpukan pasar.  

(Banjarmasinpost.co.id/MuhammadTabri/kompas.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.