Tugas Khusus Agam Rinjani dalam Pencarian Korban Pesawat ATR, Sampai Rela Menginap di Tebing Gunung
January 23, 2026 01:51 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Detik-detik penemuan jenazah korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 mulai terungkap seiring berjalannya proses pencarian di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Hingga Kamis (22/1/2026), tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, dan kepolisian masih melakukan pencarian secara intensif di lokasi jatuhnya pesawat ATR yang diduga meledak setelah menghantam kawasan pegunungan tersebut.

Momen saat ditemukannya potongan tubuh yang diduga milik korban terekam dalam sebuah video yang dilansir TribunnewsBogor.com dari akun media sosial folk makassar.

Dalam rekaman itu, terlihat sejumlah prajurit TNI berada di medan terjal saat menemukan bagian tubuh manusia.

Potongan tubuh tersebut ditemukan di sebuah tebing yang dikelilingi pepohonan lebat, menunjukkan sulitnya medan pencarian yang harus dilalui tim evakuasi.

"Izin melaporkan tim 82 telah menemukan serpihan tulang masih terdapat daging," ungkap prajurit TNI dalam video tersebut.

Baca juga: Gelagat Florencia Pramugari Pesawat ATR, Kepergiannya Buat Kakak Lega, Bersyukur: Memberkati Orang

Sementara itu, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyampaikan perkembangan terbaru terkait hasil pencarian korban pesawat ATR.

Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini tim telah menemukan sejumlah jenazah dan potongan tubuh korban.

"Hingga kini telah ditemukan 9 paket jenazah dan potongan tubuh para korban," jelasnya.

"Sampai dengan hari ini telah diketemukan dua korban dalam bentuk jenazah. Dan dengan body part total ada 9 pack," pungkas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii.

Ia menambahkan, tim di lapangan tidak hanya menemukan bagian tubuh manusia, tetapi juga serpihan dari pesawat yang mengalami kecelakaan tersebut.

"Kita telah menemukan body part, baik itu body part pesawat maupun body part dari anggota tubuh," sambungnya.

Terkait identitas dari sembilan paket potongan tubuh dan jenazah yang telah ditemukan, Basarnas masih menunggu hasil analisis lebih lanjut dari tim Disaster Victim Identification (DVI) dan Dokkes.

"Soal dari jumlah body pack ini nanti benar-benar itu 9 korban atau bagaimana nanti dari teman-teman DVI yang bisa menjawab," pungkas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii.

Di sisi lain, Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muh Arif, menyampaikan bahwa dari sembilan paket yang ditemukan, enam di antaranya merupakan jenazah dalam kondisi tidak utuh.

Hingga kini, satu korban lainnya masih dalam pencarian oleh tim gabungan.

Agam Rinjani ikut bantu evakuasi

Seperti diketahui, pesawat ATR 42-500 dinyatakan jatuh di Gunung Bulusaraung pada Sabtu (17/1/2026).

Hingga hari keenam pascakecelakaan, Basarnas dan tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap para korban.

Dalam pencarian tersebut, relawan Agam Rinjani turut membantu Tim SAR di Gunung Bulusaraung.

Diakui Agam, ia siap membantu Basarnas untuk menemukan para korban yang masih hilang.

"Kami ikut saja koordinasi dari teman-teman Basarnas, bagaimana strateginya, kami ikut membantu di posisi," ujar Agam Rinjani.

Dapat tugas khusus, Agam diminta untuk mencari korban di jalur terjal yakni di tebing dengan kemiringan ekstra.

"Kami koordinasi dengan tim, apa yang bisa kami bantu, kami bantu untuk di medan terjal," kata Agam.

"Kita ambil posisi di bagian vertikal, di camp. Kami akan menginap di atas selama kurang lebih sesuai kesepakatan nantinya. Itu di jalur vertikal," sambungnya.

Karenanya, Agam pun membawa peralatan lengkap khusus untuk menginap di tebing gunung.

"Sasarannya (mencari) korban. (Saya) gabung di pos 9, di jalur utama. Kami bawa tali, alat vertikal issues," ujar Agam.

"Memang kondisi medan di sini selain terjal, kondisi cuaca juga yang mempersulit evakuasi karena kabut, belum lagi angin badai, yang betul-betul harus safety, ketika harus mau menolong, tim harus safety sendiri," sambungnya.

Sebelum berangkat ke TKP, Agam meminta doa dari masyarakat seluruh Indonesia.

"Kami minta doanya seluruh warga Indonesia biar mempercepat evakuasi korban dan semua korban bisa diturunkan dari atas gunung," imbuh Agam.

Baca juga: KKP Jamin Kehidupan Anak & Istri Deden Maulana, Vera Direkrut ke Kementerian, Anak Dapat Beasiswa

INSIDEN PESAWAT JATUH - Agam Rinjani ikut membantu proses evakuasi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500. Ia pun memperlihatkan persiapannya.
INSIDEN PESAWAT JATUH - Agam Rinjani ikut membantu proses evakuasi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500. Ia pun memperlihatkan persiapannya. (Instagram @agam_rinjani)

Identitas korban

Untuk diketahui, penumpang pesawat ATR 42-500 yang jadi korban berjumlah 10 orang.

Hingga kini Tim SAR telah menemukan dua jenazah dan beberapa potongan tubuh milik korban.

Dari temuan tersebut, baru dua korban yang teridentifikasi, yakni:

1. Pramugari atas nama Florencia Lolita Wibisono

2. Pegawai KKP atas nama Deden Maulana

Sementara dua jenazah telah teridentifikasi, inilah delapan korban lainnya yang belum ditemukan:

Kru pesawat (6 orang):

1. Kapten Andy Dahananto (Pilot in Command)

2. Kopilot Farhan Gunawan (Second in Command)

3. Hariadi (Flight Operation Officer)

4. Restu Adi P (Engineer)

5. Dwi Murdiono (Engineer)

6. Esther Aprilita S (Awak Kabin/Flight Attendant) 

Penumpang dari KKP (2 orang):

1. Ferry Irawan (Pegawai KKP, Analis Kapal Pengawas)

2. Yoga Noval (Pegawai KKP, Operator Foto Udara)

(TribunTrends/TribunBogor)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.