TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gubernur Sumut Bobby Nasution menekankan pentingnya integrasi antara Industri Medan (KIM) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei atau Pelabuhan Belawan dan Pelabuhan Kuala Tanjung. Hal itu dikarenakan lokasi geografis Sumut yang dekat dengan pasar internasional.
Menurut Bobby, dengan menekankan pentingnya integrasi, bisa menjadi penguatan sektor industri, efisiensi logistik, serta pengelolaan sumber daya air di kawasan industri Sumut.
"Saya ingin Sumut menjadi satu kesatuan yang kuat dengan jalur transportasi yang efisien. Kita ingin mengusulkan sistem di mana produk dari kawasan ekonomi kita mendapatkan kemudahan otomatis hingga ke luar negeri," jelas Bobby Nasution saat menerima audiensi jajaran Direksi PT Danareksa di Rumah Dinasnya, Kamis (22/1/2026).
Bobby meminta agar pelaku usaha di Sumut didukung dan beri kemudahan. Karena pelaku usaha juga satu diantara meningkatnya ekonomi di Sumut.
Baca juga: 94 Tenaga Kerja Asing Ilegal di Perusahaan Alkes KEK Sei Mangkei, Kemnaker: Proses Pemulangan
"Jangan sampai begitu keluar area, kena pajak baru lagi, yang justru memberatkan pelaku usaha," ujarnya.
Bobby juga mengusulkan pembagian fungsi yang jelas antara Pelabuhan Belawan dan Pelabuhan Kualatanjung agar keduanya saling mendukung.
"Kita harus adil membagi peran. Kalau Kualatanjung ingin hidup, fungsinya harus dipisahkan dengan Belawan," tuturnya.
Selain itu, kata Bobby, Sumut punya keunggulan letak geografis yang dekat dengan pasar internasional.
"Potensi ini harus kita maksimalkan agar kita tidak kalah bersaing dengan kawasan industri di luar Sumut," tambahnya.
Selain itu, Bobby berharap PT Danareksa dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung petani dan pelaku usaha lokal agar mampu berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional yang ditargetkan mencapai 8 persen.
"Misal dengan menjadikan Sumut sebagai pusat industri terpadu di gerbang barat Indonesia," ucapnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Danareksa (Persero) Yadi Jaya Ruchandi menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung penuh pengembangan kawasan industri di Sumut.
Diterangkannya, saat ini Danareksa tengah mengajukan proses pengelolaan sejumlah kawasan industri agar dapat berjalan lebih optimal di bawah manajemen mereka.
"Kedatangan kami untuk memastikan aksi korporasi berjalan baik, termasuk operasional dan penertiban pengelolaan air bawah tanah di Kawasan Industri Medan. Kami sudah melakukan investasi di sini dan juga tengah melirik pengembangan di Tanjung Kasau, untuk memperluas jangkauan kawasan industri di Sumut," terangnya.