Gedung SMA Negeri di Batas Negara Terancam Ambruk dan Minim Fasilitas Belajar
January 23, 2026 03:37 AM

POS KUPANG.COM --  SMAN Negeri Nilulat yang betafa di Desa Sunkaen, Kecamatan Bikomi Nilulat , Kabupaten Timor Tengah Utara masih membutuhkan banyak fasilitas pendukung. Bahkan gedung utama sekolah ini terancam ambruk akibat erosi sungai di belakang sekolah itu.

Pantauan  Pos Kupang.com, Sabtu 17 Januari 2026, jarak antara gedung dengan bibir sungai tinggal 2 meter. Bila erosi sungai itu tak diatasi maka, kemungkinan besar gedung permanen dua ruang kelas itu akan ambruk.

Plt Kepala SMAN Bikomi Nilulat,  Florita Keke berharap agar masalah erosi sungai itu segera diatasi agar gedung sekolah tidak rusak. Sebab, sekolah itu hanya punya tiga ruang belajar yaitu dua ruang kelas dan satu laboratorium yang dijadikan ruang kelas.

Saat acara tatap muka para guru dan komite sekolah  dengan Komisi V DPRD Provinsi NTT masing-masing-masing, Kasimirus Kolo, Agus Naha dan Agus Bria Seran, Florita Keke mengatakan.
Jumlah guru sekolah itu sebanyak 18 orang dan siswa 89 orang. Dari guru yang ada, sekolah itu belum memiliki guru pelajaran geografi dan pelajaran sosiologi. Sementara guru lainnya bahkan lebih dari satu.

 Ia juga menyebutkan, sekolah ini sejak berdiri tahun 2011, sekolah itu baru mendapat bantuan pada tahun 2011 dari DAK Provinsi, sebelumnya sekolah itu hanya mendapat bantuan dari program PNPM padahal sekolah ini berstatus negeri apalagi sekolah ini ini berada di Perbatasan Indonesia dan Timor Leste.

Ia berharap, sekolah di perbatasan seperti SMAN Bikomi Nilulat juga bisa mendapat bantuan dari pemerintah seperti penambahan ruang belajar, melengkapi laboratorium serta penumpang belajar.
Pihak sekolah juga tidak memiliki lapangan untuk kegiatan olahraga. Ia berharap ada bantuan lapangan untuk pelajaran olahraga.

Sementara pihak Komites Sekolah melalui Ketua Komite SMAN Bikomi Nilulat, Welly mem
intah agara pemerintah melengkapi sekolah ini dengan satu set peralatan drumband untuk ekstrakurikuler siswa.

Sejumlah guru khususnya yang berstatus P3K paruh waktu juga mengeluhkan gaji yang diterima dari sekolah. Menerka mengeluhkan, status pembayaran gaji yang dikembalikan ke sekolah hanya akan membebankan pihak sekolah, apalagi sekolah itu memiliki siswa yang tidak banyak. Sebab gaji guru P3k disebutkan bersumber dari dana BOS dan iuran Komites Sekolah yang dibayarkan siswa. 

Anggota DPRD Provinsi Kasimirus Kolo mengatakan, semua aspirasi akan disampaikan ke pemerintah untuk ditindaklanjuti dan pihak DPRD NTT akan terus mengawal permintaan bantuan.
Ia juga meminta para siswa dan guru harus tetap semangat dalam belajar dan mengajar dan tidak menjadikan kekurangan sebagai hambatan dalam mengejar prestasi akademik.*

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.