AHY Resmikan Huntara di Tamiang
January 23, 2026 09:35 AM

"Ketika banjir besar dan longsor menghantam, banyak rumah warga yang rusak, hancur, bahkan hanyut. Karena itu, negara harus hadir memastikan masyarakat memiliki tempat tinggal yang layak," Agus Harimurti Yudhoyono, Menko Bidang Infrastruktur

SERAMBINEWS.COM, KUALA SIMPANG - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meresmikan Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak bencana di Aceh Tamiang, Kamis (22/1/2026). 

Huntara yang diresmikan merupakan bagian dari pembangunan total 1.217 unit hunian sementara bagi wilayah terdampak bencana. Pada tahap awal, pemerintah membangun 84 unit Huntara di atas lahan seluas lebih dari 5.000 meter persegi. Hunian tersebut terdiri atas tujuh blok, masing-masing dihuni oleh 12 keluarga.

Menko AHY menegaskan, bahwa rumah merupakan kebutuhan paling mendasar bagi masyarakat, terutama setelah bencana merenggut rasa aman dan tempat tinggal warga. "Ketika banjir besar dan longsor menghantam, banyak rumah warga yang rusak, hancur, bahkan hanyut. Karena itu, negara harus hadir memastikan masyarakat memiliki tempat tinggal yang layak," ujar AHY.

Ia menegaskan, penanganan pascabencana dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, tidak hanya pada masa tanggap darurat, tetapi berlanjut hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. "Atas arahan Bapak Presiden, pemerintah, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum, berada di garis terdepan dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana," katanya.

AHY menekankan, Huntara bukan tujuan akhir, melainkan langkah awal pemulihan sebelum masyarakat menempati hunian tetap. Pembangunan dilakukan dengan prinsip build back better, mengedepankan kualitas, keselamatan, dan kenyamanan.

Huntara dilengkapi fasilitas pendukung seperti kamar mandi, dapur bersama, serta ruang terbuka untuk aktivitas warga. Selain di Aceh Tamiang, pemerintah juga mengoordinasikan pembangunan 163 unit hunian modular di kawasan Lubuk Sidup dengan standar kualitas yang sama.

AHY menegaskan, Huntara merupakan simbol kehadiran negara sekaligus harapan baru bagi masyarakat terdampak bencana. "Yang terpenting, masyarakat bisa bangkit kembali, baik secara fisik maupun mental," pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada daerahnya.

Sebanyak 84 kepala keluarga atau sekitar 305 jiwa dari Kecamatan Karang Baru dan Kota Kuala Simpang akan menempati Huntara tersebut. Pemerintah daerah saat ini terus melakukan pendataan rumah rusak sebagai dasar pembangunan hunian tetap ke depan.(iw)

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.