Jalan Pototano Kembali Mulus, Gubernur Iqbal Ingatkan Warga Jaga Kebersihan Drainase
January 23, 2026 11:04 AM

TRIBUNLOMBOK.COM - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) meresmikan tuntasnya proyek pembangunan dan revitalisasi Jalan Simpang Pototano di Desa Pototano, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Jumat (23/1/2026).

Ruas jalan sepanjang 4 kilometer tersebut kini kembali berfungsi optimal setelah bertahun-tahun kerap rusak akibat banjir dan genangan.

Sejak tahun 2017, sistem drainase di jalur ini dinilai kurang memadai, sehingga aspal sering terendam air setiap kali hujan deras mengguyur. Kondisi tersebut berdampak langsung pada penurunan kualitas jalan hingga akhirnya dilakukan penanganan menyeluruh pada tahun 2025.

Pemprov NTB mengalokasikan anggaran sebesar Rp32 miliar untuk proyek yang dikerjakan selama tiga setengah bulan tersebut. Selain perbaikan badan jalan, proyek ini mencakup pembenahan sistem drainase dan pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU).

Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal, meresmikan jalan tersebut dalam perjalanan darat dari Pulau Sumbawa menuju Pulau Lombok. Ia menyebutkan bahwa perbaikan jalur ini sangat mendesak karena perannya sebagai urat nadi logistik daerah.

“Alhamdulillah, hari ini jalan Simpang Pototano sepanjang kurang lebih 4 kilometer sudah sepenuhnya bisa dimanfaatkan masyarakat. Tidak hanya badan jalan yang diperbaiki, fasilitas pendukung seperti lampu penerangan juga sudah berfungsi,” ujar Gubernur Iqbal saat menginspeksi lokasi, Kamis (22/1/2026).

Iqbal juga menjelaskan secara teknis pekerjaan telah selesai sesuai standar. Namun, ia mengakui adanya tantangan geologis di salah satu titik yang sempat mengalami kendala teknis (ambruk). Titik tersebut kini telah ditangani dan tetap berada di bawah pengawasan kontraktor selama masa pemeliharaan enam bulan ke depan.

“Selama masa pemeliharaan, apabila terjadi gangguan atau kerusakan, itu masih menjadi tanggung jawab kontraktor untuk diperbaiki," tegasnya.

Gubernur Iqbal juga menekankan pentingnya peran masyarakat dan pemerintah desa dalam menjaga fungsi drainase. Menurutnya, drainase jalan tidak akan berfungsi optimal apabila drainase di lingkungan sekitar tidak dibersihkan dari sedimentasi dan sampah.

“Kalau drainase lingkungan tidak dibereskan, air bisa tertahan di saluran utama dan berpotensi menggenangi permukiman. Karena itu perlu kerja bersama,"lanjutnya.

Gubernur Iqbal menyampaikan bahwa total panjang jalan di Pulau Sumbawa mencapai sekitar 965 kilometer, sementara perlu adanya prioritas anggaran pemerintah.

Oleh sebab itu, Pemprov NTB memprioritaskan penanganan jalan-jalan yang sudah tidak dapat dilalui, terutama yang memiliki fungsi strategis dahulu.

Pototano menjadi salah satu prioritas karena merupakan jalur logistik utama yang menghubungkan Pulau Sumbawa dengan Pelabuhan Pototano dan Pulau Lombok. Jalur ini dinilai vital dalam mendukung keamanan, ketahanan pangan, dan distribusi barang (logistik). Penanganan serupa dilakukan pula di Dasan Geres Lombok Timur serta sejumlah titik lain yang memiliki fungsi logistik penting.

Ke depan, Pemprov NTB mulai memfokuskan penanganan pada jalur-jalur pariwisata setelah jalur logistik utama tertangani. Hal ini dilakukan untuk mendukung peningkatan ketahanan pangan sekaligus penguatan sektor pariwisata melalui infrastruktur publik yang memadai.

“Kita berharap penanganan jalan ini benar-benar permanen agar permasalahan yang sama tidak terulang. Dengan do'a dan dukungan semua pihak, semoga jalan ini memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat dan mendukung akses ke kawasan wisata”, pungkasnya menyampaikan ketika menginspeksi jalan yang diresmikan. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.