Laporan : Ali Hafidz Syahbana
SURYAMALANG.COM, SUMENEP - Perairan pesisir Desa Banraas, Pulau Gili Iyang, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep Madura tercemar tumpahan minyak mentah kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) pada Kamis (22/1/2026).
Tumpahan tersebut diduga berasal dari kapal tongkang pengangkut CPO yang mengalami kebocoran setelah kandas di perairan sekitar Pulau Gili Iyang.
Baca juga: Kapal Cepat Trans Laut Jatim Resmi Beroperasi, Menghubungkan Kawasan Tapal Kuda dan Madura
Peristiwa ini pertama kali mencuat setelah video kondisi laut yang tercemar minyak berwarna kecokelatan beredar luas di media sosial dan grup WhatsApp warga, khsusunya di Pulau Oksigen tersebut.
Dalam rekaman tersebut, terlihat minyak menggenangi perairan dangkal hingga mencapai bibir pantai.
Air laut tampak keruh, licin dan berbau menyengat di sejumlah titik.
Salah seorang warga Desa Bancamara, Kecamatan Dungkek, Moh Yusuf membenarkan adanya tumpahan minyak tersebut.
Ia mengatakan, kejadian itu sudah diketahui warga sejak Kamis pagi.
"Benar, sejak pagi sudah ramai. Minyaknya tumpah ke laut dan sampai ke pantai," ujar Yusuf pada TribunMadura.com, grup SURYAMALANG.COM.
Menurut Yusuf, tongkang pengangkut CPO itu diduga kandas di karang sejak Rabu (21/1/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB.
Ia menyebut, cuaca buruk dengan angin kencang dan gelombang tinggi menjadi pemicu utama insiden tersebut.
"Informasi yang saya dengar, tali jangkar kapal putus saat cuaca buruk. Kapalnya lalu kandas di karang dan terus dihantam ombak," jelasnya.
Akibat terus digempur gelombang, lambung kapal diduga mengalami kebocoran sehingga muatan CPO tumpah ke laut dan terbawa arus hingga mencemari pesisir.
Yusuf menambahkan, anak buah kapal (ABK) baru dapat dievakuasi pada Kamis pagi karena kondisi laut sebelumnya tidak memungkinkan.
"ABK baru bisa turun pagi tadi. Malam tidak bisa karena ombak masih tinggi," katanya.
Hingga Kamis malam , belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang terkait penyebab pasti kebocoran kapal maupun langkah penanganan tumpahan CPO tersebut.
Warga setempat mengaku khawatir pencemaran minyak ini berdampak terhadap ekosistem laut dan aktivitas nelayan di Pulau Gili Iyang.
"Kalau sampai lama tidak dibersihkan, pasti berpengaruh ke laut dan nelayan. Warga jelas cemas," kata Yusuf.
Baca juga: Rute dan Tarif Kapal Cepat Trans Laut Jatim, Berlaku Tarif Promo Maksimal Rp 18 Ribu Rupiah
Untuk diketahui, Pulau Gili Iyang meruapakan salah satu destinasi wisata yang berada di kawasan kepulauan di wilayah Kabupaten Sumenep , Madura, Jawa Timur.
Pulau Gili Iyang dikenal sebagai "Pulau Oksigen" karena kadar oksigennya yang tinggi.
Pulau Gili Iyang bahkan disebut salah satu tempat dengan udara terbaik kedua di dunia, setelah Laut Mati.
Kadar oksigen di pulau ini sangat tinggi (rata-rata 20,9-21,5 persen).
Karena kondisi oksegen yang baik, dipercaya membuat penduduknya awet muda dan panjang umur.
Sebagai Destinasi wisata, Pulau Gili Iyang ini menawarkan udara segar, pantai indah (Pantai Ropet), gua unik (Gua Mahakarya), dan atraksi snorkeling, dengan fasilitas wisata sehat yang didukung penelitian LAPAN.
Untuk menuju pulau ini dapat ditempuh dengan menumpang kapal penyeberangan tradional maupun fasilitas kapal penyeberangan program Pemprov Jatim yakni Trans Laut.
Kapal cepat Trans Laut Jatim berangkat dari pelabuhan Probolinggo ke Pulau Gili Iyang di saat weekend.
Untuk tarif Kapal Cepat Trans Laut Jatim dipatok mulai Rp 30.000 - Rp 235.000 untuk sekali jalan sesuai dengan panjang rute yang dilalui.
Tentunya sangat disayangkan jika piulau dengan oksige terbaik ini harus dikotori oleh tumpahan minyak CPO.