Laporan wartawan TribunBanten.com, Misbahudin
TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG-Seorang ibu hamil yang viral dibawa menggunakan perahu menuju rumah bidan, Kamis (22/1/2026), kini telah melahirkan.
Ia saat itu harus menggunakan perahu akibat banjir di Desa Idaman, Kecamatan Patia, Pandeglang, Banten.
Ibu itu bernama Sarminah, warga Kampung Tongkol, Desa Idaman, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Kejadian itu kemudian menarik perhatian Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani.
Dewi mengunjungi sang ibu itu, Jumat (23/1/2026).
Orang nomor satu di Pandeglang itu mengucapkan terima kasih kepada bidan desa, aparat desa, serta warga yang sudah membantu proses evakuasi Sarminah, sampai melahirkan dengan selamat di fasilitas kesehatan.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu warga kami," ujarnya kepada wartawan.
"Mudah-mudahan apa yang telah dilakukan ini, semoga menjadi ladang ibadah dan kebaikan bagi kita semua," sambungnya.
Dewi juga meminta kepada aparat kecamatan, Puskesmas dan desa, agar lebih proaktif melakukan pendataan khususnya terhadap ibu hamil di wilayah rawan banjir.
''Jika sudah mendekati waktu persalinan, sebaiknya dilakukan evakuasi lebih awal ke tempat yang lebih aman. Agar ibu dan bayi bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal," katanya.
Tak hanya mengunjungi Sarminah, Bupati Pandeglang juga memberikan bantuan logistik kepada warga yang terdampak di Kecamatan Patia dan Sukaresmi.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Banten 23-29 Januari 2026 : Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang
Kades Idaman, Ilman mengatakan, ibu yang hendak melahirkan tersebut dibawa menggunakan perahu ke rumah bidan kurang lebih sejauh 2 kilometer dari Kampung Tongkol ke Kampung Karangnengah.
"2 kilometer menuju rumah bidan. Karena kalau bawa mobil lewat darat tidak bisa, makanya menggunakan perahu," katanya dalam sambungan telepon.
Ibu yang hendak melahir tersebut bernama Saminah warga Kampung Tongkol.
"Sedang dalam perawatan," katanya.
Ilman mengungkapkan, Desa Idaman kembali banjir akibat Sungai Cilemer meluap.
Ketinggian air mencapai 50 sampai 120 centimeter.
"Hujan kemarin dua hari dua malam, ketinggian air 50 sampai 120 centimeter," katanya.
Lanjut, rumah yang terendam banjir diperkirakan 100 rumah.
"Kalau data kaya yang kemarin, tapi kalau yang sekarang ada lah 100 rumah mah," ujarnya.