SDN Batuporo Timur 1 di Sampang Masih Tetap Terima MBG Meski Siswa Tidak Ada, Disdik Angkat Bicara
January 23, 2026 08:32 PM

 

TRIBUNSUMSEL.COM - Beredar video yang menunjukkan sebuah sekolah di SDN Batuporo Timur 1, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Jawa Timur tak memiliki siswa namun terima Makan Bergizi Gratis (MBG), Dinas Pendidikan buka suara.

Kepala Bidang Pendidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Moh Yusuf mengatakan bahwa pihaknya telah memanggil pihak sekolah. 

Hasilnya, sekolah menyatakan bahwa MBG yang diterima disalurkan ke siswa penerima manfaat. 

"Menurut keterangan sekolah, siswa itu mengambil sepulang madrasah," ujar Yusuf, Kamis (22/1/2026), dikutip Kompas.com

Yusuf mengatakan, menurut data pokok pendidikan (Dapodik), tercatat ada sebanyak 33 siswa penerima MBG di SDN Batuporo Timur 1. 

Namun, 33 siswa itu setiap pagi bersekolah di madrasah atau sekolah swasta berbasis agama yang ada di sekitar SDN Batuporo Timur 1 itu. Saat madrasah itu libur di hari Jumat, siswa akan masuk ke sekolah formal. 

"Siswa itu masuk ke sekolah hari Jumat. Kalau di luar hari Jumat, mereka belajar di madrasah. Namun, MBG-nya tetap diambil ke sekolah," kata Yusuf. 

Dia pun menyayangkan adanya kondisi tersebut. Yusuf menduga, ada tekanan dari salah satu pihak yang mengakibatkan siswa tidak bisa masuk sekolah secara rutin setiap hari. 

"Selanjutnya, kami akan berdialog dengan warga sekitar, apakah sekolah ini masih diperlukan atau tidak. Jika tidak, akan kami tutup," ujarnya.

 

Dihentikan Sementara 

Sementara itu, Sekretaris Satgas MBG Kabupaten Sampang, Sudarmanto mengatakan bahwa penyaluran MBG ke sekolah tersebut dihentikan oleh pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sementara waktu. 

"Sudah di-stop sejak kemarin lusa. Mulai penyaluran lagi ke sana ya nunggu hasil pemeriksaan dari inspektorat nanti seperti apa," kata Sudarmanto.

Terpisah, Kepala SPPG Shavina-Shavira Sampang, Hoiruman mengaku tak ada penyaluran MBG fiktif di sekolah tersebut. Sebab, sejak awal penyaluran, pihaknya memiliki dokumentasi sebagai bukti adanya siswa yang menerima makanan tersebut. 

"Kami sudah memvalidasi terkait pengiriman MBG dan MoU, bahwasanya siswa ini ada. Pengiriman awal di 16 September 2025, sudah ada dokumen pengiriman dan siswa makan MBG. Foto dan video lengkap," ujarnya.

Sebelumnya, dalam video tersebut, terlihat petugas SPPG menurunkan puluhan porsi MBG ke toko yang berada di dekat sekolah. 

Namun, tak seperti sekolah lain, di lembaga pendidikan itu tak satu pun siswa terlihat. 

Video tersebut juga menunjukkan adanya tiga orang pria yang diduga merupakan guru. 

Satu guru merokok di sekolah sementara dua guru di dalam kelas menyalakan smartboard dengan musik dangdut.

"Tidak pernah ada yang namanya aktivitas belajar mengajar disini, gak ada satu siswa pun di sini, yang ada dangdutan. Setiap harinya hanya ada aktivitas dangdut," kata perekam video.

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.