Rejo Bantah Ada 2 Penyidik Polri saat Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
January 24, 2026 02:16 AM


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Relawan Jokowi-Prabowo (Rejo) Muhammad Rahmad membantah kabar bahwa ada dua penyidik Polda Metro Jaya dalam pertemuan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis dengan Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) di Kota Solo, Jawa Tengah.

Eggi Sudjana adalah Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), sedangkan Damai adalah Koordinator Advokat TPUA. Keduanya kini menjadi tersangka pencemaran nama baik dalam kasus tudingan ijazah palsu Jokowi.

Eggi dan Damai menemui Jokowi di kediamannya di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, pada Kamis (8/1/2026) lalu.

Baru baru ini keduanya mendapatkan restorative justice (RJ) dari Jokowi selaku pelapor dan kasus mereka di Polda Metro Jaya sudah dicabut.

Rahmad yang mengaku berada di kediaman Jokowi saat pertemuan itu menyebut para ajudan Jokowi di ruangan juga diminta untuk keluar.

Atas hal itu, dia menilai kabar yang beredar belakangan ini soal adanya pendampingan dari penyidik Polda Metro Jaya dalam pertemuan tersebut adalah tidak benar.

Rahmad lantas menuding bahwa kabar tersebut memang sengaja dibuat oleh para tersangka lain dalam kasus tudingan ijazah palsu Jokowi lainnya, misalnya Roy Suryo.

"Bagi saya itu wajar saja. Itu mungkin cara Bang Eggi dan Bang Damai untuk menghadapi para pendukungnya karena kedatangan ke Solo ini kan diam-diam, tidak dimusyawarahkan di dua klaster yang tersangka itu. Di klaster satu itu ada lima orang tersangka, klaster dua tiga orang ya, totalnya delapan. Lalu Bang Eggi sebagai panglima tertingginya gitulah diam-diam datang ke Solo yang tidak mengomunikasikan sama yang lain," kata Rahmad.

Kata Rahmad, sikap Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis yang diam-diam menemui Jokowi di Solo telah menciptakan turbulensi komunikasi di antara para tersangka.

Dengan demikian, dia menilai tersiarnya kabar tersebut wajar terjadi di tengah meningginya persoalan kasus tudingan ijazah palsu Jokowi yang berkembang hingga hari ini.

Baca juga: Ijazah Jokowi, Pengacara Roy Suryo: SP3 Eggi Sudjana Cacat, Tak Penuhi Syarat Subjektif dan Objektif

"Tentu terjadi turbulensi komunikasi dan saling menyalahkan di antara mereka kenapa diam-diam, kenapa kita ditinggal, dan sebagainyalah. Jadi, saya melihat wajar-wajar saja kalau kemudian Bang Eggi Bang Damai gitu kan berusaha dengan gaya komunikasinya menghadapi serangan para pendukung gitu. Jadi, kita maklumi dan pahamilah," kata dia.

Roy Suryo Sebut Ada 2 Polisi 

Nama Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis kembali mencuat setelah menemui Jokowi di kediamannya beberapa waktu lalu.

Bahkan, dikabarkan ada polisi aktif yang menangani kasus ijazah juga yang hadir dalam pertemuan itu.

Kabar disampaikan oleh Roy Suryo setelah dia mendapatkan informasi dari seorang sahabatnya yang kebetulan mendengar percakapan telepon antara Eggi dan sahabatnya pada Jumat (9/1/2026) siang. Bahkan, percakapan tersebut juga telah direkam.

Kemudian, Roy mengatakan berdasarkan informasi yang ia dengar langsung dari percakapan Eggi Sudjana melalui sambungan telepon dengan rekannya, tidak ada sama sekali permintaan maaf dalam pertemuan tersebut.

"Tidak ada kata permintaan maaf. Itu bohong. Tidak ada sama sekali," ujar Roy Suryo saat menanggapi klaim adanya permintaan maaf Eggi Sudjana kepada Jokowi dalam Sapa Indonesia Malam di Kompas TV, Jumat (9/1/2026) malam.

Dari perbincangan itu, Roy Suryo menyoroti kehadiran dua polisi aktif yang disebut berasal dari Polda dan memiliki keterkaitan langsung dengan penanganan perkara dugaan ijazah palsu Jokowi. Kedua polisi itu disebut mendampingi Eggi Sudjana.

Menurut Roy, kehadiran aparat penegak hukum yang masih aktif dalam pertemuan tersebut menimbulkan persoalan serius.

“Informasi A1 yang disampaikan Eggi Sudjana dari mulutnya sendiri, ada dua polisi aktif yang ikut dan polisi itu menangani perkara ini. Itu tidak boleh,” tegas Roy.

Baca juga: Bukan SBY, Rustam Effendi Tuding Eggi Sudjana Aktor Utama Isu Ijazah Palsu Jokowi

Roy: Eggi Sudjana Harus Jelaskan Identitas Polisi 

Roy menilai keterlibatan polisi aktif dalam pertemuan tersebut berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dan mencederai prinsip profesionalitas penegakan hukum.

Ia pun mendesak Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri untuk menertibkan anggotanya.

“Pak Prabowo harus tertibkan anggota ini atau Kapolri harus tertibkan. Tidak boleh ada polisi aktif yang tangani perkara ikut dalam pertemuan seperti itu. Apa tujuannya ada di situ?” ujarnya.

Selain itu, Roy juga meminta Eggi Sudjana untuk bersikap terbuka dan jujur kepada publik dengan mengungkap siapa saja pihak yang hadir dalam pertemuan tersebut, termasuk menyebutkan identitas dua polisi aktif yang dimaksud.

“Eggi harus jujur. Sebutkan siapa saja yang ada dalam pertemuan itu. Kalau memang ada dua polisi aktif, sebutkan siapa orangnya,” kata Roy.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.