Warga Berhamburan Selamatkan Diri saat Tebing Sungai Kupang Talun Pekalongan Longsor
January 24, 2026 06:10 AM

Warga Berhamburan Selamatkan Diri saat Tebing Sungai Kupang Talun Pekalongan Longsor
 
TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Kepanikan menyelimuti warga Dukuh Krompeng, Desa Krompeng, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan, saat tebing di tepian Sungai Kupang tiba-tiba longsor dan menyeret pepohonan ke dasar sungai, Jumat (23/1).

Peristiwa mendadak itu, membuat warga berhamburan menyelamatkan diri karena khawatir longsor terus meluas dan mengancam permukiman di sekitarnya.

Detik-detik longsornya tebing sungai tersebut sempat viral di media sosial. Dalam video amatir yang beredar, tampak tanah di pinggiran sungai longsor, lalu bergerak turun secara perlahan sebelum akhirnya longsor ke alur Sungai Kupang.

Sejumlah pepohonan yang berada di atas tebing ikut terseret, disertai teriakan panik warga yang menyaksikan langsung kejadian itu.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 WIB.

Derasnya arus Sungai Kupang, akibat hujan dengan intensitas tinggi diduga menjadi pemicu utama amblesnya tanah di bantaran sungai.

Camat Talun Argo Yudho Utomo membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, kondisi tebing yang ambles sangat membahayakan rumah warga yang berada di sekitarnya.

"Tanah di pinggiran tebing Sungai Kupang ambles dan bergerak ke bawah akibat derasnya arus sungai," ujar Camat Talun Argo.

Menurutnya, dampak amblesan tersebut menyebabkan tanah di sekitar tebing mengalami retakan serius. Bahkan, satu rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah akibat pergeseran tanah.

"Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kami mengevakuasi penghuni empat rumah yang berada paling dekat dengan tebing sungai ke lokasi yang lebih aman," jelasnya.

Argo menambahkan, pihak kecamatan telah berkoordinasi dan melaporkan kejadian tersebut kepada BPBD serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pekalongan guna dilakukan asesmen teknis lanjutan.

"Penanganan teknis masih menunggu hasil asesmen BPBD dan tim teknis, apakah diperlukan pemasangan bronjong atau langkah teknis lainnya," imbuhnya.

Sementara itu, Danramil Talun Kapten Inf Sutriyono mengatakan, Babinsa dan warga langsung bergerak cepat melakukan evakuasi sejak kejadian berlangsung.

"Babinsa Koramil Talun, bersama warga Desa Krompeng melaksanakan evakuasi warga terdampak tanah longsor akibat hujan lebat," kata Sutriyono.

Ia menjelaskan, hujan deras yang mengguyur wilayah Talun menjadi faktor utama terjadinya amblesan tebing Sungai Kupang.

Saat ini, warga terdampak telah ditempatkan di lokasi yang lebih aman.

Berdasarkan data sementara, panjang tanah yang ambles mencapai sekitar tujuh meter. Kondisi tersebut masih berpotensi bergerak apabila hujan kembali turun dan debit Sungai Kupang meningkat.

Salah seorang warga, Mursabdo, mengatakan satu rumah warga mengalami kerusakan akibat kejadian tersebut. Pondasi rumah ambles sekitar 10 sentimeter sehingga menyebabkan dinding bangunan retak-retak.

"Yang rusak rumah milik Pak Lebe Krompeng," ujarnya. (dro)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.