TRIBUNKALTARA.COM - Kompas Gramedia bersama sejumlah gitaris papan atas Indonesia menggelar konser amal bertajuk Konser Amal Gitaris untuk Negeri.
Rencananya konser amal akan digelar di Studio 1 KompasTV, Jakarta, Senin (26/1/2026) malam, dan disiarkan langsung pukul 20.30-21.30 WIB atau 22.30-23.30 WIT melalui KompasTV serta kanal digital Kompas Gramedia.
Kegiatan tersebut menjadi wujud solidaritas bagi korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera.
Selanjutnya, dana yang terkumpul dari konser akan disalurkan melalui Dana Kemanusiaan Kompas (DKK) untuk mendukung pemulihan fasilitas kesehatan dan pendidikan di wilayah terdampak.
Baca juga: Pemprov Kaltara Salurkan Bantuan Rp 1 Miliar Bagi Korban Bencana Banjir dan Longsor di Sumatera
Konser ini menghadirkan gitaris legendaris seperti Dewa Budjana, Eross Candra, Ian Antono, dan Tohpati.
Turut bergabung Andre Dinuth, BAIM, Denny Chasmala, Edi Kemput, Endah Widiastuti, Eet Sjahranie, Ezra Simanjuntak, Gugun Blues Shelter, Jubing Kristianto, Kin The Fly, Kongko Cadillac, Ramadhista Akbar, Ridho Hafiedz, dan Stanly Bactian.
Mereka akan berkolaborasi dengan penyanyi kenamaan, antara lain Arda Hatna, Dira Sugandi, Ipang Lazuardi, Lea Simanjuntak, Nadhif Basalamah, Nyak Ina Raseuki (Ubiet), Sandy Canester, Tantri Syalindri, dan Uap Widya.
Baca juga: BPBD Kaltara Pastikan Seluruh Personel Siap Siaga Antisipasi Ancaman Bencana Hidrometeorologi
Selain itu, solidaritas juga diwujudkan melalui lelang lukisan karya 15 seniman Tanah Air di Bentara Budaya Jakarta, 20–31 Januari 2026.
Lukisan dan gitar bertanda tangan gitaris akan dilelang, dengan seluruh hasilnya didonasikan untuk pemulihan Sumatera.
"Semoga melalui konser ini, banyak donatur menyumbang untuk pemulihan di Sumatera, karena sepertinya dilihat cukup panjang untuk recovery-nya," ungkap gitaris senior Dewa Budjana.
Musisi Endah Widiastuti mengatakan pemulihan dampak bencana di Sumatera harus terus-menerus digaungkan, untuk meringankan beban para korban.
"Saudara-saudara kita di Sumatera belum sepenuhnya pulih meskipun sudah banyak bantuan datang," katanya.
Baca juga: Donasi Digalang PMI Kaltara Capai Rp 323 Juta Bagi Korban Banjir Bandang dan Longsor di Sumatera
Corporate Communication Director Kompas Gramedia, Glory Oyong, menegaskan konser amal dan lelang lukisan ini bertujuan memperkuat solidaritas bangsa.
"Seberapa pun besarnya donasi yang diserahkan, akan sangat berarti untuk penanganan pascabencana," kata Ketua Yayasan DKK, Gesit Ariyanto.
Kegiatan ini melanjutkan tradisi Kompas Gramedia bersama musisi dalam aksi kemanusiaan, seperti saat letusan Merapi (2010), gempa Palu (2018), hingga bencana Cianjur (2022).
Seperti diketahui, banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada November 2025 menelan 1.198 korban jiwa, 144 orang hilang, serta 166.579 pengungsi.
Ratusan ribu rumah dan fasilitas umum rusak, termasuk 581 sekolah, 145 jembatan, dan 434 tempat ibadah.
Lewat konser amal ini, Kompas Gramedia bersama para gitaris dan seniman mengajak masyarakat untuk bergandeng tangan, menyalurkan solidaritas demi pemulihan Sumatera.
(*)