Petani Kacang Panjang di Fakfak Bergulat dengan Hama dan Permintaan Pasar
January 24, 2026 01:44 PM

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Petani kacang panjang di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, bergulat dengan hama dan permintaan pasar yang masih minim.

Petani kacang panjang, La Danting Semarang (54), mengatakan tanah di Kabupaten Fakfak terbilang subur, termasuk untuk menanam kacang panjang.

Karena itu, ia menanam kacang panjang di lahan seluas sekira setengah hektar atau 500 meter persegi.

"Musuh kami itu hama tanaman. Kalau terlambat disemprot dengan desinfektan, bisa-bisa biji kacang menguning dan tanaman rusak," katanya.

Ia pun rutin memantau tanaman kacang panjang. "Tidak bisa tinggalkan begitu saja," katanya.

Selain itu, ia harus teratur memupuk. Biasanya, para petani membentuk kelompok dan mengambil pupuk di CV Berkat.

Baca juga: Penghujung Januari 2026, Harga Ikan Stabil di Pasar Tanjung Wagom Fakfak

 

Ia mengaku menanam kacang panjang sejak di kampung halamannya di Buton, Sulawesi Tenggara.

"Di Fakfak, saya biasa sekali panen dapat 40 sampai 50 ikat dan langsung drop ke Pasar Tanjung Wagom dan Pasar Thumburuni Fakfak," katanya.

Masa panen bisa sampai sebulan. Kualitas panenan tergantung cuaca dan pemupukan.

"Penghasilan kami tidak menentu, bisa sampai Rp 1.000.000 paling maksimal kalau produksi bagus," kata La Danting Semarang.

Ia mengharapkan akses pupuk dan pemerataan permintaan pasar yang lebih luas lagi agar mampu meningkatkan ekonomi keluarganya.

Kalau permintaan lebih di pasaran, ucapnya, petani bisa mengupayakan untuk lebih banyak menanam meskipun lahan terbatas.

Ia pun berharap Pemerintah Kabupaten Fakfak memberdayakan potensi para petani lokal karena kebutuhan dapur di masih bergantung dari daerah lain.

Masyarakat Kabupaten Fakfak masih bergantung pada sayur mayur, bawang, cabai yang dipasok dari luar daerah.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.