TRIBUNJOGJA.COM - Mencatat menjadi bagian penting dalam proses belajar pelajar, baik di sekolah maupun saat belajar mandiri.
Catatan yang rapi dan terstruktur dapat membantu memahami materi dengan lebih mudah serta mempercepat proses mengulang pelajaran.
Namun, tidak semua metode mencatat cocok untuk setiap jenis materi.
Oleh karena itu, pelajar perlu mengenal berbagai teknik mencatat yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan belajar.
Berikut 5 metode mencatat yang efektif dan dapat membantu pelajar belajar lebih fokus dan sistematis.
Cornell Method merupakan salah satu teknik mencatat yang dirancang untuk membantu proses belajar secara sistematis dan terstruktur.
Metode ini membagi satu halaman catatan menjadi tiga bagian utama, yaitu kolom petunjuk, kolom catatan, dan bagian rangkuman.
Kolom catatan digunakan untuk menuliskan materi utama yang disampaikan saat belajar atau di kelas.
Sementara itu, kolom petunjuk diisi dengan kata kunci, pertanyaan, atau poin penting yang berkaitan dengan materi.
Pembagian ini bertujuan agar catatan tidak hanya bersifat mencatat, tetapi juga mendorong proses berpikir aktif.
Bagian rangkuman pada Cornell Method berfungsi untuk merangkum keseluruhan materi dalam bentuk singkat dan padat.
Rangkuman ini biasanya ditulis setelah proses belajar selesai sebagai bentuk refleksi pemahaman.
Berkat adanya rangkuman, pelajar dapat lebih mudah mengingat inti materi tanpa harus membaca ulang seluruh catatan.
Metode ini sangat efektif untuk mata pelajaran yang bersifat teoritis dan membutuhkan pemahaman mendalam.
Selain itu, Cornell Method juga memudahkan proses mengulang pelajaran menjelang ujian atau evaluasi.
Boxing Method adalah metode mencatat yang menyajikan informasi ke dalam kotak-kotak terpisah berdasarkan subtopik.
Setiap kotak berisi ringkasan dan catatan penting dari satu pembahasan tertentu.
Penataan ini membuat catatan terlihat lebih rapi dan mudah dibaca secara visual.
Metode ini membantu pelajar memisahkan informasi agar tidak tercampur antara satu subtopik dengan subtopik lainnya.
Dengan tampilan yang terstruktur, fokus belajar pun menjadi lebih terarah.
Jumlah kotak dalam Boxing Method dapat disesuaikan dengan banyaknya subtopik yang dipelajari.
Hal ini membuat metode ini fleksibel digunakan untuk berbagai jenis materi, baik yang sederhana maupun kompleks.
Boxing Method sangat cocok untuk materi yang bersifat ringkasan, hafalan, atau poin-poin penting.
Selain itu, metode ini juga efektif digunakan saat menyusun catatan presentasi atau rangkuman bab.
Tampilan visual yang jelas membantu otak lebih cepat menangkap dan mengingat informasi.
Baca juga: Rekomendasi 6 Website Terbaik untuk Belajar Bahasa Inggris Secara Otodidak
Mapping Method merupakan teknik mencatat yang menekankan hubungan antar konsep melalui peta konsep atau diagram.
Pada metode ini, topik utama diletakkan di bagian tengah halaman sebagai pusat pembahasan.
Berawal dari topik utama tersebut, dibuat cabang-cabang menuju subtopik dan detail pendukung.
Garis dan bentuk visual digunakan untuk menunjukkan keterkaitan antar ide.
Pendekatan ini membantu pelajar melihat gambaran besar suatu materi secara menyeluruh.
Mapping Method sangat efektif untuk materi yang memiliki banyak keterkaitan konsep atau hubungan sebab-akibat.
Metode ini mendorong pelajar untuk memahami alur berpikir, bukan sekadar menghafal informasi.
Dengan melihat hubungan antar topik, pemahaman menjadi lebih mendalam dan kontekstual.
Mapping Method sering digunakan untuk pelajaran sains, sosial, maupun perencanaan ide tulisan.
Selain membantu belajar, metode ini juga melatih kemampuan berpikir kritis dan terstruktur.
Outline Method adalah metode mencatat dengan menyusun materi secara bertingkat menggunakan poin dan subpoin.
Ide utama biasanya ditulis di bagian paling atas atau paling kiri, lalu diikuti penjelasan yang semakin ke dalam.
Setiap tingkat menunjukkan hubungan hierarkis antara ide utama dan ide pendukung.
Metode ini membantu pelajar memahami urutan dan struktur materi secara logis.
Catatan yang dihasilkan cenderung rapi dan mudah diikuti.
Outline Method sangat cocok untuk materi yang disampaikan secara runtut, seperti sejarah, sosiologi, atau materi ceramah panjang.
Metode ini memudahkan pelajar melihat gambaran besar sekaligus detail penting dalam satu halaman.
Selain itu, Outline Method efektif untuk merangkum buku atau bab pelajaran.
Saat digunakan untuk belajar ulang, pelajar bisa langsung fokus pada poin inti tanpa membaca seluruh teks.
Namun, metode ini kurang fleksibel untuk materi yang bersifat visual atau tidak berurutan.
Charting Method adalah teknik mencatat dengan menyusun informasi dalam bentuk tabel atau kolom.
Setiap kolom biasanya mewakili kategori tertentu, seperti waktu, tokoh, konsep, atau perbandingan.
Informasi kemudian diisi secara horizontal atau vertikal sesuai kategori tersebut.
Metode ini membantu pelajar mengelompokkan data dengan jelas dan sistematis.
Tampilan tabel membuat catatan lebih ringkas dan mudah dibaca.
Charting Method sangat efektif untuk materi yang membutuhkan perbandingan atau klasifikasi.
Metode ini sering digunakan pada pelajaran biologi, IPS, sejarah, atau ekonomi.
Dengan format tabel, pelajar dapat dengan cepat melihat persamaan dan perbedaan antar konsep.
Metode ini juga menghemat waktu saat mengulang pelajaran karena informasi sudah tersusun rapi.
Namun, Charting Method kurang cocok untuk materi naratif atau pembahasan panjang.
(MG Zahrah Suci Al Aliyah)