Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Petrus Chrisantus Gonsales
TRIBUNFLORES.COM, LABUAN BAJO - Hujan deras disertai angin kencang mengguyur wilayah Kabupaten Manggarai Barat. Salah satu lokasi terdampak berada di Kecamatan Sano Nggoang, tepatnya di ruas jalan Bambor menuju Werang.
Akibat cuaca buruk tersebut terjadi bencana tanah longsor yang cukup parah, yang membuat jalur tersebut harus di tutup sementara waktu untuk memastikan keamanan penggunaan jalan.
Camat Sano Nggoang, Alfonsius Arfon kepada TribunFlores.com, Sabtu (24/1/2026), menyampaikan dari hasil tinjauan lapangan tercatat ada empat titik longsor utama yang memutus konektivitas antara Kampung Lara Mburak dan Lara Lujang.
Pertama, Lokasi Tanah Putih : Longsoran menutupi badan jalan sepanjang 30 meter.
Baca juga: Jalan Putus, Warga Desa Wae Lolos Manggarai Barat Gotong Royong di Jalur Langgo Menuju Werang
Kedua, Tikungan Kampung Lara: Material tanah menutup jalan sepanjang 40 meter.
Ketiga, Kawasan Gua Lara: Titik paling krusial dengan kedalaman jurang mencapai 70 hingga 100 meter. Tembok penahan sepanjang 40 meter di lokasi ini dilaporkan terancam ambrol akibat gerusan air hujan yang masif.
Keempat, Kampung Lara Lujang: Sebuah batu berukuran besar terbawa material longsor dan nyaris menutup seluruh badan jalan, sehingga mustahil dilalui kendaraan roda empat.
Sebagai solusi darurat, arus transportasi dialihkan melalui jalur alternatif, Dahot – Pusut – Bibang – Ndiri – Rahak – Rambang – Galang.
Namun, jalur alternatif ini pun masih memerlukan perbaikan di titik Ro’ang agar benar-benar layak dilalui kendaraan secara aman.
Pemerintah Kecamatan Sano Nggoang bergerak cepat dengan menggelar rapat koordinasi bersama unsur Forkopimcam, termasuk Kapolsek Sano Nggoang, Danpos Sano Nggoang, serta jajaran Pemerintah Desa Poco Golo Kempo.
Dikatakan Camat Alfonsius, pada Kamis (22/1/2026) malam sekira pukul 19.30 WITA satu unit ekskavator dari Dinas PU Kabupaten Manggarai Barat telah tiba menggunakan mobil tronton.
Meskipun alat sudah siaga, operasi pembersihan material dijadwalkan mulai bekerja pada Jumat pagi mengingat cuaca buruk dan jarak pandang yang terbatas pada malam hari.
Camat Alfons telah menginstruksikan Kepala Desa Nampar Macing, Desa Golo Kempo, dan Desa Poco Golo Kempo untuk memobilisasi warga dalam giat gotong royong.
Fokus utama dalam giat tersebut adalah memperbaiki titik rusak di jalur alternatif Dahot-Galang dan membersihkan material longsor di Toto Ninu, Desa Wae Lolos.
Dirinya menegaskan kepada seluruh masyarakat dan pengguna jalan agar mematuhi instruksi penutupan jalan ini.
"Kami mengimbau warga agar benar-benar menghindari jalur Bambor-Werang untuk sementara waktu. Potensi longsor susulan masih sangat tinggi dan dapat mengancam keselamatan nyawa," tegasnya.
Hingga saat ini, pemerintah terus memantau perkembangan di lapangan dan berharap cuaca mendukung proses evakuasi material sehingga akses mobilitas publik dapat segera kembali normal. (moa)