Malam Mencekam di Desa Pasirlangu, Pemukiman Warga Disapu Longsor Bukit di Kaki Gunung Burangrang
January 24, 2026 03:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANDUNG BARAT - Bencana tanah longsor menerjang Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung pada Sabtu (24/1/2026) dini hari.

Tanah longsor terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan lebat disertai angin kencang sekitar pukul 03.00 WIB.

Puluhan orang yang tinggal di wilayah tersebut dinyatakan hilang.

Hingga Sabtu siang, petugas SAR gabungan berhasil menemukan 6 korban tewas.

Kemudian puluhan lainnya dinyatakan masih hilang.

Hingga saat ini proses pencarian terhadap para korban masih dilakukan oleh aparat gabungan.

Dikutip dari Kompas.com, Kepala Desa Pasirlangu Nur Awaludin mengaku wilayahnya diguyur hujan lebat selama dua hari berturut-turut.

Longsor terjadi sekitar pukul 03.00 WIB.

Sebuah bukit di kaki Gunung Burangrang menyapu permukiman warga di RT 05 RW 11.

"Kejadiannya sekitar jam 3 pagi, pusatnya di RT 05/11. Memang sudah dua hari ini hujan terus," ujar Nur Awaludin seperti yang dikutip dari Kompas.com.

Nur mengungkapkan, hingga Sabtu siang sebanyak enam orang warga ditemuukan tewas.

Korban yang ditemukan tewas yakni Sunarya, Jajang, Nining, Enur, Aah, dan Rahmat.

Seluruh korban tertimbun material longsor dari bukit di kaki Gunung Burangrang.

Sementara 84 orang lainnya masih dalam proses pencarian.

Sedangkan 21 lainnya dilaporkan selamat dalam tragedi ini.

Total sebanyak 111 orang tercatat terdampak akibat longsor yang menimbun sedikitnya 30 rumah warga.

Menurut Nur, data saat ini masih bisa berubah karena terus diperbaharui oleh tim yang ada di lapangan.

 "Jadi, datanya ini masih bergerak, terbaru 6 orang meninggal dunia, 21 dilaporkan selamat, terus ada 84 orang masih dicari sampai saat ini," ungkap Nur Awaludin saat ditemui di lokasi bencana.

Sementara itu, 21 korban selamat saat ini mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Pasirlangu dan sebagian lainnya berada di posko pengungsian yang disiapkan di kantor desa. 

"Kemudian untuk 21 korban yang selamat, mereka saat ini ditangani oleh Puskesmas Pasirlangu, sebagian ada yang di posko kantor desa," kata Nur Awaludin.

Proses pendataan dan pencarian korban masih terus dilakukan. 

Warga yang tinggal dalam radius sekitar 100 meter dari titik longsor turut dievakuasi untuk mengantisipasi potensi longsor susulan.

 "Jumlah data masih bisa berubah, kami terus monitor dari posko kantor desa. Sebagian warga yang rumahnya radius 100 meter masih mengungsi," ucap Nur Awaludin.

Baca juga: JPW Minta Kejari Sleman Tidak Gegabah Tangani Perkara Hogi Minaya

Mengenal Pasir Kuning, Desa Pasirlangu

Pasir Kuning merupakan salah satu wilayah permukiman di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Secara topografi, kawasan ini berada di daerah perbukitan dan lereng pegunungan, tepatnya di kaki **Gunung Burangrang, dengan kontur tanah miring hingga curam.

Kondisi ini membuat wilayah tersebut rawan bencana longsor, terutama saat curah hujan tinggi dan berlangsung lama.

Secara geografis, Desa Pasirlangu berada di bagian utara Kabupaten Bandung Barat dan berbatasan dengan kawasan hutan serta perkebunan.

Dari ibu kota Kabupaten Bandung Barat (Ngamprah), Pasirlangu berjarak sekitar 20–25 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 1–1,5 jam menggunakan kendaraan, tergantung kondisi lalu lintas dan cuaca.

Akses menuju wilayah ini didominasi jalan menanjak dan berkelok khas daerah pegunungan.

Permukiman warga di Pasir Kuning umumnya berkembang mengikuti kontur lereng, dengan jarak rumah yang relatif rapat di beberapa titik, sehingga ketika terjadi longsor, dampaknya bisa langsung mengenai kawasan hunian. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.