Warga Korban Banjir di Cikarang Utara Turun ke Jalan Minta Bantuan
January 24, 2026 01:50 PM

 

Laporan Muhammad Azzam

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI- Sejumlah warga korban banjir di wilayah Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat turun ke jalan meminta sumbangan dari pengguna jalan.

Mereka terlihat berdiri di sepanjang jalur pantura Jalan Jendral Urip Sumoharjo depan SPBU Kaliulu Cikarang Utara.

Mereka menggunakan kardus, baskom dan ember berdiri dipinggir jalan meminta sumbangan dari pengguna jalan yang melintas.

Warga Mengaku butuh uang

Seorang warga bernama Aji mengungkapkan, ia meminta sumbangan karena menilai butuh uang untuk membeli keperluan lainnya.

Seperti kebutuhan selimut, kasur dan pakaian yang rusak akibat terdampak banjir.

"Sampai sekarang bantuan ya ada, tadi sarapan, makan siang, adalah dari pemerintah desa, Kabupaten juga ada. Dari badan amal juga ada, tapi ya karena kebutuhan banyak selain makanan juga maka warga inisiatif minta bantuan ke jalan," ujar Aji warga Tanjungsari, Cikarang Utara pada Sabtu (24/1/2026).

Buat beli rokok dan Kopi

Selain itu, para bapak-bapak juga butuh uang untuk membeli rokok karena tidak ada bantuan rokok dari pemerintah.

"Ya sama buat rokok juga sama beli kopi. E Kalau makanan si aman banyak yang kasih," katanya.

Camat dan Polsek Imbau Warga Tidak Minta Sumbangan

Terkait hal itu, Camat Cikarang Utara, Enop Can mengatakan, pihaknya bersama Polsek Cikarang Utara telah mengimbau agar warga tidak meminta sumbangan dipinggir jalan karena membahayakan.

"Kita sudah imbau, takutnya membahayakan, karena di pinggir jalan takutnya ada kendaraan dan sebagainya, menghindari hal tidak kita inginkan," katanya.

Ia menegaskan, bantuan sudah banyak disalurkan ke masyarakat terdampak banjir. Logistik mulai dari makanan, selimut, tenda pengungsian hingga pakaian layak pakai.

"Kalau menurut saya bantuan ya alhamdulillah, seperti saya sampaikan tadi kan banyaklah bantuan," katanya.
 

4 Desa banjir parah

Ia menambahkan, terdapat empat desa di Cikarang Utara yang terdampak banjir cukup parah. Yakni, Desa Karangraharja, Tanjungsari, Karangasih, dan Karangbaru. Ketinggian banjir 40 sentimeter sampai 2 meter.

"Paling parah di kampung Kali Ulu, Desa Tanjungsari, Karangharja termasuk di Cikarang Hijau Karangasih," katanya.

Camat menegaskan, sejak awal banjir telah melakukan berbagai upaya. Seperti evakuasi korban banjir ke tempat lebih aman, pendirian posko pengungsian hingga pendistribusian logistik.

"Alhamdulillah, dari Dinas Sosial, BPBD termasuk dari pihak-pihak swasta, memberikan kontribusi, karena kita ada beberapa titik dapur umum yang dibuat," katanya. (MAZ)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.