Bayi Baru Lahir Terkena Cacar Air, Tertular dari Mana?
kumparanMOM January 24, 2026 01:57 PM
Bayi baru lahir dikenal memiliki daya tahan tubuh yang masih sangat rendah. Paparan virus yang bagi orang dewasa terlihat sepele, bisa berdampak serius pada bayi.
Salah satunya adalah cacar air, penyakit yang ternyata juga bisa menyerang bayi di usia sangat dini. Kasus ini juga terjadi pada seorang bayi berusia 42 hari yang didiagnosis terkena cacar air menurut sang dokter.
Ilustrasi gendong bayi. Foto: Shutter Stock
Ya Moms, tanpa disadari, seseorang bisa membawa virus meski tidak sedang menunjukkan gejala sakit.
Virus varisela (cacar air) sangat mudah menular. Pada bayi baru lahir, kondisi ini menjadi jauh lebih berisiko karena sistem imunnya belum matang.
“Cacar bisa menular lewat sentuhan, karena cacar ada blister yang bila pecah itu yang membawa virusnya,” jelas dr. Reza Fahlevi, Sp.A(K), pada kumparanMOM, Jumat (23/1).
Bayi Belum Punya Perlindungan Optimal
Perbesar
Ilustrasi vaksin cacar monyet. Foto: Shutterstock
Vaksin varisela baru dapat diberikan saat anak berusia 1 tahun. Itu artinya, bayi di bawah usia 1 tahun belum memiliki perlindungan vaksin terhadap cacar air.
Perlindungan sementara memang bisa berasal dari antibodi ibu yang diturunkan sejak kehamilan.
“Namun, tidak semua ibu memiliki antibodi cacar, terutama jika belum pernah terkena cacar,” ujar dr. Reza
Untuk itu, perlindungan dari orang tua dan kesadaran orang sekitar terhadap bayi perlu diperhatikan. Bila ingin menjenguk bayi baru lahir atau Anda ingin menerima kunjungan pascapersalinan, maka ingat untuk menerapkan pembatasan ketat.
“Kontak langsung seperti memegang, memeluk, atau mencium bayi perlu dihindari agar bayi tidak tertular virus, seperti cacar atau infeksi saluran napas atas (ISPA),” tegas dr. Reza.
Menjaga jarak saat menjenguk bukan berarti orang tua bersikap sombong. Justru, ini adalah langkah penting untuk melindungi bayi dari risiko penyakit di masa awal kehidupannya, Moms.