Pohon Raksasa Tumbang di Komplek Kampus UGM, 2 Orang Tewas Tertimpa Randu Alas
January 24, 2026 03:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Angin kencang yang menerjang Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menewaskan dua orang pengendara sepeda motor di selatan GOR Nusantara Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. 

Keduanya meninggal dunia setelah tertimpa pohon randu yang tumbang akibat cuaca ekstrem.

Peristiwa angin kencang tersebut merupakan bagian dari rangkaian cuaca ekstrem yang melanda wilayah DIY sejak Jumat (23/1/2026) malam hingga Sabtu siang.

Selain menimbulkan korban jiwa, angin kencang juga menyebabkan puluhan titik kejadian serta kerusakan infrastruktur di sejumlah kabupaten dan kota.

Manajer Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD DIY, Julianto Wibowo, menjelaskan bahwa kejadian angin kencang mulai terjadi pada Jumat (23/1/2026) pukul 21.20 WIB dan masih berlangsung hingga Sabtu siang.

“Telah terjadi kejadian angin kencang mulai tanggal 23 Januari pukul 21.20 WIB hingga saat ini di wilayah DIY, dipicu oleh aktivitas angin kencang di lapisan udara atas yakni 925 mb atau sekitar 762 meter di sekitar wilayah Jawa dengan kecepatan berkisar antara 10 sampai 45 knots atau 18 hingga 83 kilometer per jam,” kata Julianto dalam laporan situasi BPBD DIY, Sabtu (24/1/2026).

Menurut dia, kondisi tersebut dipengaruhi oleh dampak tidak langsung dari Siklon Tropis Luana yang berada di sekitar pantai barat laut Australia.

Fenomena ini kemudian memicu terjadinya angin kencang yang menimbulkan berbagai kerusakan di wilayah DIY.

Berdasarkan laporan BPBD DIY, dua korban jiwa dalam peristiwa tersebut tertimpa dua pohon randu berdiameter sekitar satu meter yang tumbang akibat angin kencang.

Pohon tumbang menimpa sepeda motor bernomor polisi KT 5944 HU yang ditumpangi dua orang berboncengan. Kedua korban dinyatakan meninggal dunia dan telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara.

Selain menimbulkan korban jiwa, pohon tumbang di lokasi kejadian juga menimpa dua tiang listrik, area parkir di depan rumah warga, serta satu rumah pada bagian belakang. Peristiwa tersebut turut menyebabkan akses jalan di sekitar lokasi tertutup.

Baca juga: Fakta Siklon Tropis Luana Pemicu Angin Kencang di Sejumlah Wilayah, Termasuk Yogyakarta

Dalam laporan situasi terkini BPBD DIY per Sabtu pukul 12.30 WIB, Kabupaten Sleman tercatat sebagai wilayah paling terdampak. Terdapat 29 titik kejadian yang tersebar di lima kapanewon, yakni Cangkringan, Pakem, Turi, Sleman, dan Depok.

“Di Kabupaten Sleman terdapat 29 titik terdampak dengan dampak dua korban jiwa, 32 pohon tumbang, 11 akses jalan terganggu, 11 jaringan listrik rusak, 10 rumah rusak, serta satu kendaraan terdampak,” ujar Julianto.

Sementara itu, di Kota Yogyakarta tercatat tujuh titik kejadian yang tersebar di enam kemantren, yakni Mergangsan, Kotagede, Gondomanan, dan Gedongtengen. Dampak yang ditimbulkan meliputi enam pohon tumbang, satu tempat usaha terdampak, serta satu menara atau tower mengalami gangguan.

Adapun di Kabupaten Bantul, angin kencang dilaporkan terjadi di satu titik di Kapanewon Banguntapan dengan dampak pohon tumbang. 

Sementara Kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten Gunungkidul dilaporkan nihil kejadian.

Dalam penanganan kejadian tersebut, BPBD DIY melibatkan berbagai unsur lintas sektor.

“Unsur yang terlibat dalam penanganan antara lain TRC BPBD, BPBD kabupaten dan kota se-DIY, KTB, TNI, Polri, Tagana, pemerintah kalurahan, pemerintah kapanewon, PLN, komunitas relawan penanggulangan bencana, serta warga masyarakat,” kata Julianto.

Langkah penanganan yang dilakukan meliputi asesmen di lokasi kejadian, penanganan dampak bencana, serta koordinasi dengan pihak-pihak terkait. BPBD DIY menegaskan bahwa data yang disampaikan masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring dengan pembaruan laporan dari lapangan.

“Data ini bersifat sementara dan dapat berubah sesuai dengan update terbaru,” ujar Julianto.

BPBD DIY mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi dan segera melaporkan kondisi darurat kepada pihak berwenang. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.