KPK Ungkap Alasan Periksa Dito Ariotedjo Terkait Kasus Kuota Haji
January 24, 2026 04:47 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan penjelasan terkait pemeriksaan terhadap mantan Menteri Pemuda dan Olahraga periode 2023–2025, Ario Bimo Nandito Ariotedjo atau Dito Ariotedjo.

Pemeriksaan tersebut dilakukan dalam kapasitas Dito sebagai saksi dalam penyidikan dugaan korupsi penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah haji di Kementerian Agama.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa penyidik membutuhkan keterangan Dito karena yang bersangkutan mengetahui proses awal atau latar belakang pemberian tambahan kuota haji dari Pemerintah Arab Saudi kepada Indonesia.

Menurut Budi, posisi Dito saat itu dinilai relevan karena ia turut mendampingi Presiden ke-7 RI Joko Widodo dalam kunjungan kerja ke Arab Saudi.

Kehadiran tersebut membuat Dito dianggap memiliki informasi yang dapat menguatkan rangkaian penyidikan.

“Pak Dito ikut berangkat ke Arab Saudi bersama rombongan pemerintah. Kami melihat keterangan beliau dapat membantu penyidik dalam memperjelas informasi yang dibutuhkan,” kata Budi kepada awak media, Jumat (23/1/2026).

KPK menyebut keterangan Dito penting untuk mengonfirmasi berbagai informasi serta bukti yang telah dikantongi penyidik, khususnya terkait diskresi yang dilakukan oleh Kementerian Agama dalam proses penambahan kuota haji.

Baca juga: Cuaca Gorontalo Malam Ini 24 Januari 2025 hingga Dini Hari Relatif Bersahabat

Sebelumnya, Dito Ariotedjo mengungkapkan bahwa dirinya dimintai keterangan seputar kunjungan kerja ke Arab Saudi saat mendampingi Presiden Jokowi.

Ia menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari forum internasional dan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Arab Saudi.

Dalam kunjungan itu, Dito mengatakan terdapat penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU), termasuk di bidang olahraga.

MoU tersebut tidak hanya melibatkan Kementerian Pemuda dan Olahraga, tetapi juga sejumlah kementerian dan lembaga lainnya.

Dito menegaskan tidak ada pembahasan khusus mengenai tambahan kuota haji dalam agenda kunjungan kerja tersebut.

Meski demikian, ia mengakui bahwa dalam pertemuan bilateral, Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman sempat menyampaikan kesiapan membantu Indonesia dalam berbagai bidang.

“Waktu itu yang dibahas ada investasi, Ibu Kota Nusantara, dan memang isu haji selalu menjadi perhatian dalam setiap pertemuan dengan Arab Saudi,” ujar Dito.

 (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.