Laporan Wartawan Tribun Jabar Daniel Damanik
BANDUNG BARAT - Satu unit rumah berukuran sekira 4 x 5 meter, seolah jadi saksi bisu peristiwa tanah longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat pada Jumat (23/1/2026).
Rumah tersebut jadi satu-satunya bangunan yang masih berdiri kokoh dan selamat dari terjangan longsor Cisarua yang dahsyat.
Posisi rumah terlihat berada di tengah dan dikelilingi kebun sayur dan puing-puing bangunan rumah di sebelahnya yang sudah hancur diterjang tanah longsor.
Pada bagian jendela depan rumah tersebut tertempel dua stiker dari KPU Republik Indonesia dan KPUD Jabar.
Tertulis dua nama pada stiker tersebut, ada nama Hadiansyah dan Wulan Oktaviani.
Di sebelah kiri rumah yang masih utuh berserakan bambu bekas saung kebun bunga dan sayur, lemari, helm, dan barang lainnya.
Jarak antara rumah dengan puing-puing tersebut hanya sekira 50 cm.
Baca juga: Dua Jenazah Ditemukan di Aliran Sungai Lokasi Longsor Cisarua, KDM Terjun Langsung Bantu Evakuasi
Sementara, di bagian depan, kanan, dan belakang rumah merupakan kebun sayur.
Kondisi rumah terpantau sepi, jendela masih tertutup menggunakan tirai berwarna ungu. Lantai terasnya dipenuhi lumpur.
Pada Sabtu (24/1/2026) pukul 16.25, sejumlah warga menjadikan rumah tersebut sebagai tempat berteduh dari hujan sembari melihat ke arah proses evakuasi korban tertimpa tanah longsor.
Sekira 50 meter dari rumah yang utuh tersebut, proses evakuasi dan pencarian korban terlihat jelas.
Menurut informasi dari warga sekitar, pemilik rumah berada di Kantor Desa.
Udara di sekitar lokasi terasa dingin. Angin berhembus cukup kencang dan sesekali hujan turun.
Balita 2 Tahun Selamat
Sementara itu seorang balita bernama Arsa (2) selamat dalam longsor dahsyat yang terjadi di Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Bara, Sabtu (24/1/2026).
Dalam peristiwa yang dalam laporan sementara hingga Sabtu sore menewaskan 7 orang itu, Arsa ditemukan di atas genting di Kampung Babakan.
Yayah, saudara Arsa, bercerita saat ini kondisi Arsa lemas dan beberapa kali muntah.
Arsa sempat dibawa ke Puskesmas Pasirlangu, tak jauh dari lokasi kejadian longsor.
Baca juga: Area Longsor Cisarua Memanjang 3 Kilometer, Pencarian 82 Korban Terganjal Cuaca
Yayah mengaku tidak tahu bagaimana Arsa bisa selamat dalam longsor dahsyat yang menimbun puluhan rumah tersebut.
Arsya selamat ditemukan Tim SAR sedang berada di atas genting, saat rumah lainnya sudah tertimbun longsoran tanah.
Adapun ibu dan bapaknya, hingga saat ini belum ditemukan, sedangkan rumahnya sudah terkubur longsor.
Saat ini, Arsa sudah dalam perawatan anggota keluarga lainnya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Barat, Bambang Imanudin, mengatakan faktor cuaca menjadi hambatan utama dalam upaya pencarian korban yang hingga kini masih berlangsung.
"Sebenarnya tim gabungan Basarnas dan SAR sudah siap, tetapi persoalannya lokasi ini terus diguyur hujan. Ini menyulitkan kami dalam proses pencarian," ujarnya kepada Tribun Jabar, Sabtu (24/1/2026).
Bambang menyebutkan alat berat dari BPBD Jawa Barat maupun PUPR sebenarnya telah disiapkan di area atas lokasi longsor.
Namun, hingga saat ini alat tersebut blum dapat diturunkan.
"Hanya saja akses jalannya menuju ke titik longsor itu masih kami koordinasikan, dari mana alat berat bisa turun. Kondisi tanah juga masih lembek dan masih ada sedikit pergerakan material," katanya.
Berdasarkan keterangan Bambang, area pencarian korban tergolong luas di mana longsor membentang mencapai hingga sekitar tiga kilometer. (*)