Laporan Wartawan Tribun Jabar Daniel Damanik
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Sebuah rumah sederhana berukuran sekira 4 x 5 meter, seolah jadi saksi bisu peristiwa tanah longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (24/1/2026).
Setelah longsor terjadi, rumah ini terlihat berdiri tegak di tengah lokasi dan dikelilingi kebun sayur dan puing bangunan rumah yang telah hancur di sebelahnya.
Pada bagian jendela depan rumah tersebut tertempel dua stiker dari KPU RI dan KPU Jabar.
Tertulis dua nama pada stiker tersebut, yakni Hadiansyah dan Wulan Oktaviani.
Di sebelah kiri rumah yang masih utuh tersebut, berserakan rangka green house kebun bunga dan sayuran, sampai benda-benda dari rumah-rumah sekelilingnya yang hancur seperti lemari, helm, dan barang rumah tangga lainnya.
Jarak antara rumah dengan puing-puing tersebut hanya sekira 50 cm. Sementara, di bagian depan, kanan, dan belakang rumah merupakan kebun sayur.
Di sela proses evakuasi, warga menjadikan rumah tersebut sebagai tempat berteduh.
Sekira 50 meter dari rumah yang utuh tersebut, proses evakuasi dan pencarian korban terlihat jelas.
Udara di sekitar lokasi terasa dingin. Angin berhembus cukup kencang dan hujan turun berkali-kali.
Kondisi rumah terpantau sepi, jendela masih tertutup menggunakan tirai berwarna ungu. Lantai terasnya dipenuhi lumpur.
Menurut informasi dari warga sekitar, pemilik rumah telah mengungsi di Kantor Desa.