BGN Tegaskan SPPG Telaga Sam-sam Kandis Belum Bisa Beroperasi Pasca-Keracunan MBG
January 25, 2026 01:17 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Telaga Sam-sam, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, belum diperbolehkan kembali beroperasi pasca-kejadian keracunan makanan yang menimpa penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Siak, Lisa Wahari, menyatakan hingga saat ini izin operasional SPPG Telaga Sam-sam belum diterbitkan kembali.

Dapur MBG tersebut masih menjalani proses pemeriksaan dan evaluasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Siak.

“Sanksinya dapur ditutup sementara sampai dapur benar-benar sesuai standar dan mendapatkan izin dari Dinas Kesehatan,” tegas Lisa kepada Tribunpekanbaru.com, Minggu (25/1/2026).

Ia juga membantah informasi yang beredar, SPPG Telaga Sam-sam akan kembali beroperasi pada Senin (26/1/2026). Menurutnya, kabar tersebut tidak benar.

“Belum ada rencana buka. Saat ini masih proses pemenuhan standar dan izin dari Dinkes. Bisa dipastikan tidak ada informasi mereka buka besok. Sampai sekarang belum ada surat yang menyatakan mereka boleh operasional,” tegas Lisa. 

Baca juga: Kelalaian Dapur Diduga Picu Keracunan, BGN Siak Tutup Sementara SPPG Telaga Samsam

Lisa menjelaskan, BGN tidak menetapkan batas waktu penutupan dapur. Namun, ada sejumlah persyaratan wajib yang harus dipenuhi sebelum dapur diizinkan kembali beroperasi, salah satunya surat izin operasional dari Dinas Kesehatan.

Dinkes Siak Ambil Sampel

Terkait kondisi korban, Lisa menyebut situasi sudah terkendali. Dari laporan yang diterima, sebanyak 21 orang siswa sempat mendapatkan tindakan infus, sementara lainnya hanya diberikan obat-obatan.

“Alhamdulillah hari itu sudah aman. Mitra dan yayasan bertanggung jawab penuh, memberikan layanan dan obat terbaik kepada siswa,” katanya.

Hingga kini, Dinas Kesehatan Kabupaten Siak masih melakukan pengambilan sampel makanan untuk pemeriksaan lanjutan. Meski sebelumnya SPPG Telaga Sam-sam telah mengantongi SLHS dari Dinkes, pemeriksaan ulang tetap dilakukan karena adanya kejadian keracunan tersebut. 

“Ini berbeda karena sudah ada kejadian. Maka dilakukan pemeriksaan ulang,” jelas Lisa.

Kronologi Kejadian

Lisa menguraikan kronologi kejadian keracunan MBG di SMKN 1 Kandis. Pada Selasa (13/1/2026) pukul 09.20 WIB, pihak sekolah menghubungi tim SPPG melalui WhatsApp dan melaporkan sejumlah siswa mengalami diare.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala SPPG, ahli gizi, dan asisten lapangan langsung mendatangi sekolah.

Beberapa siswa yang mengalami diare dibawa ke klinik terdekat, sementara lainnya ditangani di sekolah dengan bantuan tenaga medis. Sebanyak 21 siswa mendapatkan tindakan infus.

Sebelumnya, pada Minggu (11/1/2026), SPPG menerima bahan baku untuk persiapan distribusi MBG hari Senin.

Saat proses memasak pada Senin pagi (12/1/2026), ditemukan bumbu pelengkap dalam kondisi kurang baik.

Ahli gizi telah menginstruksikan agar bumbu tersebut tidak digunakan dan diganti dengan yang baru.

Distribusi pagi pukul 08.00 WIB dilakukan ke TK Negeri Pembina Kandis, RA Baiturrahman, SDN 01 Telaga Sam-sam, SDN 24 Telaga Sam-sam dan SMP Muhammadiyah.

Namun, pada proses masak untuk pengantaran siang, bumbu yang sebelumnya dinyatakan tidak layak justru tetap digunakan oleh tim masak dengan campuran baking powder.

Mereka mengasumsikan agar santan tidak terasa asam. Masakan kemudian didistribusikan pukul 10.30 WIB ke SD Al-Fatih, SMP Negeri 1 Kandis, SMK Plus Insan Cendikia, SMK Baiturrahman, Posyandu Mekar Sari, SMKN 1 Kandis, Posyandu Kasih Ibu, Posyandu Melati.

Hingga pukul 17.00 WIB pada Senin, tidak ada keluhan dari sekolah maupun orang tua. Keluhan baru muncul keesokan harinya dari SMKN 1 Kandis.

Menariknya, dari hasil penelusuran tim SPPG, salah satu siswa yang mengalami diare diketahui sedang berpuasa dan tidak mengonsumsi menu apapun pada Selasa itu. MBG terakhir yang dikomsumsinya pada hari Senin tersebut,

Sementara itu, informasi yang dihimpun tribunpekanbaru.com menyebutkan kejadian keracunan MBG di Kecamatan Kandis terjadi pada Selasa (13/1/2026) dengan gejala muntah dan diare. Diduga berasal dari sayur dan kalio ayam yang sudah berlendir.

Dari total 173 anak penerima manfaat, sebanyak 115 anak terdampak, 20 anak dirawat serius, dan 3 anak menjalani rawat inap hingga tiga hari di klinik sekitar Kecamatan Kandis.

Dapur MBG tersebut diketahui dikelola oleh Roliyah alias Lala.

 (Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

--

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.