TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Sejak sebulan terakhir, durian dan berbagai buah musiman lainnya membanjiri Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara ( Kaltara ).
Di Tarakan, beberapa pekan terakhir, penjual buah musiman mulai bermunculan.
Di antaranya di Jalan Sei Sesayap, Kelurahan Kampung Empat, Tarakan.
Kemudian, ada juga yang sampai berjualan di sepanjang Jalan Mulawarman, dan Jalan Jenderal Sudirman.
Harganya bervariasi, mulai di harga Rp100 ribuan, hingga Rp25 ribuan per buah.
Diperkirakan sebulan ke depan musim buah ini masih membanjiri Tarakan, seperti disampaikan sejumlah penjual durian, salah satunya Ilyas.
Ilyas yang kesehariannya berjualan di lapak sepanjang Jalan Sei Sesayap, membeberkan selama buah musiman muncul, durian yang biasanya muncul duluan.
“Setelah durian baru elai.
Ini elai sudah mulai muncul, nanti menyusul langsat dan duku,” kata Ilyas, saat ditemui awak media di lapak jualannya, pada Sabtu (24/1/2026), kemarin.
Baca juga: Nikmatnya Durian Hutan di Malinau, Daging Buahnya Terasa Lembut, Harga Rp 100 Ribu Dapat 4 Biji
Pria yang mengaku sudah 10 tahun jualan buah musiman ini menyebutkan, buah musiman tak semua bersamaan datang.
Untuk cempedak, saat ini sudah juga menyusul muncul namun belum begitu membanjiri Tarakan.
Sehingga harganya juga masih di kisaran Rp50 ribuan ukuran besar.
Kata Ilyas, dari sisi harga jualnya, untuk buah durian paling besar Rp100 ribuan.
Untuk elai dihargai Rp50 ribuan paling besar, ada juga Rp20 ribuan satu biji.
Selain durian lokal, ada juga dijual durian montong, Durian montong lebih mahal dari durian lokal.
Hitungannya Rp85 ribuan per 1 kg.
Dalam satu buah utuh beratnya bisa sampai 2-3 kg.
Ditanya apakah ada kenaikan harga dari tahun-tahun sebelumnya, menurutnya sama saja.
Hanya saja setiap musim buah musiman, ada masa harga tertinggi yakni di awal dan belum begitu banjir.
“Nanti pas mulai banyak, atau banjir istilahnya baru dia mulai murah.
Kalau harga murahnya montong bisa sampai Rp55 ribu per kg biar laku karena pas banyaknya,” ungkap Ilyas, sembari tangannya tetap sibuk menata buah-buahan yang dijual.
Sesekali ia memisahkan beberapa buah yang tak layak jual.
Di Tarakan, kata Ilyas, buah musiman ini didatangkan ada dari Sekatak, kemudian dari Tanjung Selor, dari Malinau juga biasanya ada.
“Dari Sekatak belum datang ini, yang stok sekarang baru dari Tanjung Selor.
Belum ada yang dari Sekatak,” aku pria berambut gondrong ini.
Ia memperkirakan buah musiman ini bisa bertahan dua bulan.
Selain buah durian, elai, ada juga cempedak yang dijual di kisaran 3 biji Rp50 ribuan.
“Elai itu ada juga yang Rp25 ribuan, Rp10 ribuan ada juga kemarin.
Kalau musim buah itu bisa sampai 3 bulanan habis itu tidak ada lagi,” ujar Ilyas.
Baca juga: Cerita Perjuangan Pedagang Buah Menembus Arus Sungai dan Hutan, Demi Cari Durian Terbaik di Malinau
Dari sisi pendapatan kata Ilyas, cukup tak cukup tetap disyukuri.
Namanya juga mencari uang untuk kebutuhan hidup.
Jika tak sedang musim buah musiman, ia beralih menjual buah lainnya.
Meski pendapatan tak sama.
Di musim buah musiman seperti cempedak, durian, pemasukan lumayan.
Namun pernah juga tak bisa ambil untung bahkan balik modal.
Semua sudah pernah dilalui.
“Kalau buah ini tidak setiap hari ada.
Dan tidak bisa tahan lama.
Jadi memang harusnya dijual di tempat orang banyak,” ujarnya.
Seingatnya ia sudah berjualan di depan Indoor sekitar 10 tahunan.
Berjualannya juga berpindah-pindah mengikuti titik keramaian.
“Pernah jualan di depan, tidak di sini dari awal.
Tidak bisa dihitung sudah pindah-pindah tempatnya,” aku Ilyas.
Selama berpindah, ia tak menampik beberapa kali petugas Satpol PP memberikan teguran persuasif.
“Tidak sampai dibongkar, kami diingatkan jangan buang sampah sembarangan,” lanjutnya.
Suka dukanya berjualan buah kata Ilyas, buah tak bertahan lama.
Sering kali sampai busuk tak ada pembeli.
“Risikonya berjualan.
Karena ini buah tak bisa lama bertahan,” tukasnya.
Baca juga: 8 Manfaat Buah Durian bagi Kesehatan, Perbaiki Kualitas Tidur hingga Turunkan Risiko Depresi
(*)
Penulis: Andi Pausiah