Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini
TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Perum BULOG Kantor Cabang (Kancab) Ciamis mulai melakukan penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) petani meskipun di wilayah Priangan Timur belum sepenuhnya memasuki masa panen raya.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi untuk menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani sekaligus memperkuat cadangan pangan nasional.
Penyerapan GKP dilakukan sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram.
Kegiatan tersebut telah dilaksanakan di sejumlah wilayah kerja BULOG Kancab Ciamis, salah satunya di Kota Banjar pada Rabu, 21 Januari 2026.
Pemimpin Cabang BULOG Ciamis, Johan Wahyudi, mengatakan bahwa penyerapan gabah lebih awal ini merupakan komitmen BULOG dalam melindungi petani dari potensi anjloknya harga gabah, terutama menjelang panen raya yang biasanya diikuti dengan lonjakan produksi.
Baca juga: Rekomendasi 4 Kuliner Legendaris di Ciamis yang Cocok untuk Makan Siang
“Walaupun belum memasuki panen raya, BULOG sudah mulai melakukan penyerapan gabah petani sesuai HPP. Ini dilakukan agar petani tidak dirugikan akibat fluktuasi harga di lapangan,” ujar Johan saat dihubungi, Minggu (25/1/2026).
Menurutnya, harga gabah di tingkat petani rentan mengalami penurunan saat pasokan meningkat.
Oleh karena itu, kehadiran BULOG sebagai offtaker menjadi sangat penting untuk menjaga keseimbangan pasar dan memberikan kepastian harga bagi petani.
Dalam mendukung optimalisasi penyerapan, BULOG Kancab Ciamis juga telah menjalin sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan di seluruh wilayah kerja Priangan Timur.
Sinergi tersebut melibatkan pemerintah daerah, penyuluh pertanian lapangan (PPL), hingga aparat kewilayahan seperti Babinsa.
“Kolaborasi ini kami lakukan agar informasi penyerapan gabah dapat tersampaikan langsung kepada petani. Dengan begitu, petani mengetahui jalur resmi penjualan gabah dan tidak bergantung sepenuhnya pada tengkulak,” jelas Johan.
BULOG membuka akses seluas-luasnya bagi petani yang ingin menjual hasil panennya.
Petani dapat langsung menghubungi kantor BULOG terdekat, penyuluh pertanian, maupun Babinsa di wilayah masing-masing untuk mendapatkan informasi teknis terkait mekanisme penyerapan.
Selama bulan Januari 2026, BULOG Kancab Ciamis mencatat total serapan Gabah Kering Panen telah mencapai 1.350 ton.
Angka tersebut diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan semakin meluasnya wilayah panen dan dimulainya panen raya yang diproyeksikan berlangsung pada akhir Februari hingga Maret mendatang.
“Dengan perkiraan panen raya yang akan dimulai akhir Februari, kami optimis volume serapan akan meningkat signifikan,” katanya.
Johan menambahkan, kegiatan penyerapan gabah ini tidak hanya berorientasi pada stabilisasi harga di tingkat petani, tetapi juga memiliki peran strategis dalam memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).
Cadangan tersebut menjadi instrumen penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional, terutama dalam menghadapi potensi gangguan produksi dan distribusi.
Selain itu, penyerapan gabah petani juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan, dengan memastikan hasil produksi petani terserap secara optimal dan memberikan nilai ekonomi yang layak.
“BULOG terus berupaya memastikan ketersediaan pangan nasional tetap aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Melalui penyerapan gabah ini, kami berharap petani dapat merasakan manfaat langsung dari kebijakan pemerintah,” ungkapnya.
Ia berharap, momentum panen raya tahun ini dapat membawa dampak positif bagi kesejahteraan petani di wilayah Priangan Timur, sekaligus memperkuat peran daerah dalam mendukung ketahanan pangan nasional.(*)