Wapres Gibran Tinjau Longsor Bandung Barat, Minta Relokasi Warga Tak Jauh dari Permukiman Lama
January 25, 2026 11:33 PM

WARTAKOTALIVECOM, Bandung — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung lokasi bencana longsor di lereng Gunung Burangrang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (25/1/2026).

Di hadapan warga terdampak dan jajaran pemerintah daerah, Gibran menginstruksikan agar proses relokasi segera disiapkan ke kawasan yang lebih aman, dengan tetap mempertimbangkan keberlanjutan aktivitas dan mata pencaharian masyarakat.

Gibran menegaskan relokasi tidak boleh dilakukan secara terburu-buru tanpa perencanaan matang.

Lokasi permukiman baru, kata dia, harus berada tidak jauh dari tempat tinggal sebelumnya agar warga tetap dapat menjalankan kegiatan sehari-hari, termasuk bekerja dan bersekolah. 

Pemerintah daerah diminta segera melakukan sosialisasi kepada warga terdampak agar proses relokasi berjalan dengan baik dan mendapat dukungan masyarakat.

“Segera siapkan dan sosialisasikan relokasi. Lokasinya jangan jauh dari tempat tinggal sebelumnya agar aktivitas warga tetap berjalan,” ujar Gibran saat berdialog dengan warga di lokasi pengungsian.

Selain membahas relokasi, Wakil Presiden juga menekankan pentingnya melanjutkan upaya pencarian korban yang masih tertimbun material longsor.

Ia memastikan pemerintah pusat dan daerah berkomitmen penuh mendukung operasi SAR hingga seluruh korban ditemukan.

Menurut Gibran, proses pencarian dilakukan tanpa henti selama 24 jam, namun tetap mengutamakan keselamatan personel di lapangan mengingat kondisi cuaca dan medan yang berat.

“Tadi saya sudah cek langsung ke lokasi. Semua upaya kita lakukan untuk menemukan korban,” kata Gibran.

Dalam kesempatan tersebut, Gibran juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat memastikan seluruh kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi selama masa tanggap darurat.

Perhatian khusus diminta diberikan kepada kelompok rentan, seperti lanjut usia, penyandang disabilitas, ibu menyusui, perempuan, dan anak-anak.

Ia menekankan pentingnya ketersediaan layanan kesehatan di lokasi pengungsian serta distribusi bantuan logistik yang tepat sasaran.

Petugas kesehatan, menurut Gibran, harus selalu berada di lokasi untuk memantau kondisi fisik dan psikologis para pengungsi.

“Petugas kesehatan harus ada dan memastikan kondisi warga terus terpantau,” ujarnya.

Sementara itu, hingga Sabtu (24/1/2026) pukul 19.00 WIB, Tim SAR Gabungan mencatat sebanyak 23 orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.

Namun, sekitar 80 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.

Selain itu, tim juga menemukan dua potongan tubuh yang saat ini masih menjalani proses identifikasi.

SAR Mission Coordinator Operasi SAR Bencana Longsor Cisarua, Ade Dian, mengatakan pencarian korban pada Sabtu dilakukan sejak pagi hari hingga petang. Operasi pencarian kemudian dihentikan sementara pada pukul 19.00 WIB untuk keperluan evaluasi harian.

Menurut Ade Dian, cuaca hujan deras yang terus mengguyur kawasan tersebut serta akses menuju area pencarian yang sulit menjadi kendala utama dalam operasi SAR.

Meski demikian, tim gabungan dari berbagai unsur tetap berupaya memaksimalkan pencarian dengan mengerahkan personel dan peralatan yang tersedia, sambil menunggu kondisi cuaca yang lebih memungkinkan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.