Dua Warga Hilang saat Longsor Landa Desa Bongas Pemalang
January 26, 2026 06:55 AM

TRIBUNJATENG.COM, PEMALANG - Hujan deras yang mengguyur wilayah selatan Kabupaten Pemalang sejak sehari sebelumnya memicu terjadinya tanah longsor di Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul, Minggu (25/01/2026).

Akibat peristiwa tersebut, dua warga dilaporkan hilang setelah tertimbun material longsoran saat berada di area persawahan.

Longsor terjadi sekitar pukul 06.00 WIB di Dusun Siranti, kawasan Perhutani, yang berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman warga.

Material tanah dan lumpur dari perbukitan menutup area persawahan yang saat itu sedang digarap oleh warga.

Perangkat Desa Bongas, Andi Hakim, mengatakan, dua warga yang hingga kini masih dalam pencarian masing-masing bernama Hamim (60) dan Aksinudin (40).

Keduanya merupakan ayah dan anak yang sedang menabur benih padi saat longsor terjadi secara tiba-tiba.

"Longsor terjadi mendadak sekitar jam enam pagi. Sebelumnya hujan deras turun sejak malam, dan saat kejadian masih gerimis," ujar Andi.

Selain dua korban hilang, terdapat satu orang saksi yang berada di lokasi kejadian dan berhasil menyelamatkan diri.

Menurut keterangan warga, kondisi tanah di area tersebut memang labil karena berada di bawah kawasan hutan Perhutani.

Longsor mengakibatkan, material tanah dan lumpur menimbun area persawahan dengan luasan diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare yang tersebar di beberapa titik.

"Tanaman padi yang baru ditanam rusak tertutup lumpur, dan aktivitas pertanian warga lumpuh sementara," ucapnya.

Tak hanya itu, bencana longsor juga menimbulkan kerugian material lainnya.

Sedikitnya lima ekor kambing milik warga dilaporkan ikut tertimbun material longsoran.

Upaya pencarian korban hingga sore ini masih dilakukan secara manual oleh warga bersama pemerintah desa, aparat TNI-Polri, serta relawan.

Pemerintah desa, telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Pemalang dan Camat Watukumpul, serta menunggu bantuan tim Basarnas untuk membantu proses evakuasi.

"Saat ini pencarian masih dilakukan manual karena kondisi lokasi cukup berbahaya. Kami berharap tim Basarnas segera datang dengan peralatan yang memadai," tambah Andi.

Sementara itu, Kepala Desa Bongas, Arum Subiyakta, dalam laporannya, menyampaikan, kondisi tanah di lokasi kejadian masih berpotensi terjadi longsor susulan.

Curah hujan yang masih tinggi, membuat warga diminta meningkatkan kewaspadaan dan menjauhi kawasan rawan longsor. (Indra Dwi Purnomo)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.