BANGKAPOS.COM--Penentuan negara terkaya di dunia tidak dilakukan secara sembarangan.
Sejumlah indikator ekonomi digunakan, dengan Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita menjadi tolok ukur utama yang paling sering dipakai oleh lembaga internasional.
PDB per kapita mencerminkan nilai total barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam satu periode, dibagi jumlah penduduknya.
Indikator ini kerap dijadikan acuan untuk menilai tingkat kemakmuran rata-rata warga, kekuatan ekonomi nasional, hingga pengaruh suatu negara terhadap perekonomian global.
Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai laporan ekonomi internasional dan dirangkum oleh laman getgoldenvisa, berikut daftar 10 negara terkaya di dunia tahun 2026 berdasarkan PDB per kapita.
1. Luksemburg
Luksemburg menempati posisi puncak sebagai negara terkaya di dunia dengan PDB per kapita mencapai sekitar 141.080 dolar AS.
Dana Moneter Internasional (IMF) mencatat negara kecil di jantung Eropa ini memiliki ekonomi yang sangat terdiversifikasi.
Sektor keuangan menjadi tulang punggung utama, didukung industri baja, logistik, teknologi informasi, hingga teknologi antariksa.
Lokasinya yang strategis di Uni Eropa menjadikan Luksemburg sebagai pusat keuangan global dan kantor pusat berbagai perusahaan multinasional.
2. Singapura
Singapura berada di peringkat kedua negara terkaya dunia. Keberhasilan negara kota ini didorong oleh perencanaan ekonomi jangka panjang dan kebijakan ramah investasi.
Pemerintah Singapura agresif menarik modal asing melalui berbagai insentif, termasuk Program Investasi Global yang memungkinkan investor memperoleh izin tinggal tetap.
Digitalisasi juga menjadi fokus utama, dengan sektor digital menyumbang sekitar 17 persen terhadap PDB nasional.
3. Amerika Serikat
Dalam hal PDB per kapita, Amerika Serikat memiliki perekonomian terbesar di dunia sejak tahun 1890.
Menurut Dana Moneter Internasional, PDB per kapita negara ini mencapai $89,678.
Negara ini memiliki reputasi tersebut karena stabilitas ekonomi dan perekonomiannya yang produktif.
Dalam hal sumber daya alam, negara ini memiliki cadangan minyak bumi dan gas, yang menyumbang $257 miliar pada tahun 2023 terhadap PDB.
Di sisi lain, berkat ekonominya yang terdiversifikasi, negara ini menjadi pusat industri teknologi tinggi, jasa keuangan, asuransi, dan sektor real estat.
Sebagai salah satu negara dengan sistem pendidikan terbaik, negara ini juga menginvestasikan 5,6 persen PDB-nya di bidang pendidikan, dibandingkan dengan rata-rata OECD sebesar 5 persen.
Salah satu hal yang paling menonjol dari Amerika Serikat adalah sikapnya yang mendukung para pengusaha.
Mereka mendorong warga negara dan penduduknya untuk berinovasi dan memulai bisnis.
Pada tahun 2025, Departemen Keuangan AS mengungkapkan bahwa sekitar 430.000 permohonan bisnis baru telah diajukan dalam sebulan, yang menyoroti peran sentral usaha kecil dalam perekonomian AS.
4. Qatar
Qatar dikenal sebagai salah satu negara terkaya per kapita di dunia, dengan kekayaan yang masih sangat bergantung pada sektor hidrokarbon.
Gas alam cair (LNG) menjadi komoditas utama ekspor negara ini.
Menurut data Administrasi Informasi Energi AS pada tahun 2021, pendapatan dari sumber daya hidrokarbon mencapai 81 persen dari total produksi, menghasilkan $77 miliar.
Selain cadangan gas alamnya, Qatar melakukan diversifikasi ekonomi ke sektor lain seperti keuangan, pariwisata, dan teknologi informasi dan komunikasi.
Qatar bertujuan untuk mengurangi ketergantungannya pada sumber daya hidrokarbon.
Dengan begitu, Qatar dapat membangun ekonomi yang lebih tangguh dan berorientasi masa depan.
Untuk mendukung strategi ini dan menarik investor global, Qatar memperkenalkan program residensi melalui investasi pada tahun 2020.
Untuk memenuhi syarat, investor harus membeli properti dengan jumlah investasi minimum $200.000 untuk residensi sementara, sedangkan $1 juta untuk residensi permanen.
Setelah diberikan, investor harus menghabiskan setidaknya 90 hari per tahun di Qatar.
5. Jerman
Sebagai ekonomi terbesar di Eropa, Jerman menempati posisi lima besar negara terkaya dunia.
Pada tahun 2023, PDB nominalnya mencapai 4,5 triliun dolar AS.
Sejalan dengan hal ini, Jerman menawarkan standar hidup yang tinggi, pasar kerja yang stabil, dan banyak manfaat sosial bagi warganya.
Berkat industri-industri utamanya dalam ekonomi yang terdiversifikasi, Jerman telah memprioritaskan sektor-sektor seperti industri, jasa, dan teknologi.
Namun, negara ini paling dikenal karena memiliki ekonomi manufaktur terbesar.
Pada tahun 2024, sektor manufaktur menyumbang 19,7 persen dari PDB dan menghasilkan €2,9 triliun.
Dengan PDB per kapita sekitar $54.000 pada tahun 2023, Jerman termasuk di antara negara-negara terkaya di dunia dalam hal pendapatan rata-rata.
Selain itu, negara ini menawarkan layanan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur berkualitas tinggi.
Hal ini menjadikannya tempat yang menarik bagi para ekspatriat.
6. Hong Kong
Hong Kong memiliki ekonomi jasa yang sangat kuat dan berorientasi global.
Pada tahun 2023, PDB nominalnya sekitar $380 miliar, dengan PDB per kapita sekitar $55,608.
Angka-angka ini menyoroti bagaimana negara tersebut memainkan peran penting dalam perdagangan internasional.
Hong Kong sebagian besar merupakan ekonomi yang berorientasi pada jasa, yang menyumbang 16,2 persen dari PDB-nya menurut siaran pers Federasi Industri Hong Kong pada tahun 2025.
Selain itu, sektor-sektor penting lainnya meliputi perbankan dan keuangan, perdagangan dan logistik, pariwisata, dan jasa profesional.
Ke depan, Hong Kong bertujuan untuk mempertahankan pertumbuhan yang stabil melalui diversifikasi ekonomi dan inovasi.
Hong Kong juga merupakan destinasi menarik bagi investor dan ekspatriat yang mencari peluang ekonomi dan standar hidup yang tinggi.
Karena alasan ini, Hong Kong menawarkan izin tinggal melalui investasi di bawah Skema Masuk Investasi Modal (CIES) dan CIES Baru dengan melakukan investasi yang memenuhi syarat.
7. Britania Raya
Dengan PDB per kapita sebesar $54,280, Inggris Raya telah menempati posisi di antara negara-negara terkaya di dunia.
Sebagian besar kekayaannya berasal dari sektor jasa, yang menyumbang 80 persen dari total aktivitas ekonomi.
Setelah sektor jasa, sektor manufaktur dan konstruksi menyumbang 16 persen.
Terlepas dari ketidakpastian global dan tantangan domestik, seperti penyesuaian perdagangan terkait Brexit, ekonomi Inggris terus tumbuh dengan kecepatan yang moderat.
Pada awal tahun 2025, pertumbuhan triwulanan menunjukkan angka antara 0,3 persen dan 0,7 persen.
Terlepas dari tantangan-tantangan ini, Inggris tetap menjadi tujuan yang menarik bagi investor dan bisnis karena sektor keuangannya yang kuat, kerangka hukum, dan akses ke pasar internasional.
8. Uni Emirat Arab
Uni Emirat Arab (UEA) menonjol sebagai salah satu negara terkaya di Timur Tengah dalam hal PDB, menurut data terbaru Dana Moneter Internasional (IMF) pada tahun 2025.
Dengan nilai PDB total sebesar $51.294, negara ini menonjol dengan strategi diversifikasi ekonominya ke berbagai bidang termasuk gas dan minyak, pariwisata, perdagangan, keuangan, dan teknologi.
Di antara kekayaan tersebut, UEA berutang budi pada produksi gas dan minyak.
Menurut penjelasan Administrasi Perdagangan Internasional, sekitar 30 persen dari PDB UEA bergantung pada produksi gas dan minyak, sementara 13 persen berasal dari total ekspor.
Uni Emirat Arab juga muncul sebagai lokasi strategis bagi bisnis dengan zona bebas dan tarif pajak yang rendah.
Negara ini tidak mengenakan pajak penghasilan atas gaji, pensiun, pendapatan investasi, atau penghasilan lainnya.
Pajak perusahaan adalah 9 persen untuk semua bisnis dengan laba kena pajak yang melebihi AED 375.000 per tahun.
Selain itu, terdapat insentif pajak yang menguntungkan bagi usaha kecil.
9. Italia
Dengan PDB nominal sekitar 2,37 triliun dolar AS dan PDB per kapita sekitar 40.000 dolar AS, Italia termasuk dalam 10 negara terkaya di dunia.
Berkat basis ekonominya yang beragam, Italia berfokus pada sektor manufaktur, mode, otomotif, dan pariwisata.
Namun, Italia menghadapi tantangan struktural yang cukup signifikan.
Utang publik tetap tinggi, yaitu lebih dari 135 persen dari PDB, menurut Scoope Ratings pada tahun 2025.
Demikian pula, pertumbuhan produktivitas relatif rendah dibandingkan dengan negara-negara Eropa lainnya.
Selain itu, pengangguran kaum muda masih menjadi masalah utama dengan angka sekitar 20 persen, dan angka kelahiran yang rendah ditambah dengan populasi yang menua menambah beban ekstra pada sistem sosial dan ekonominya.
Terlepas dari tantangan-tantangan ini, ekonomi Italia menunjukkan tanda-tanda stabilitas dan potensi.
10. Jepang
Dengan PDB per kapita sebesar $35,611, Jepang termasuk di antara negara-negara terkaya di dunia.
Pada tahun 2025, PDB per kapita Jepang mencapai sekitar $35.611, yang menunjukkan tanda pemulihan setelah beberapa dekade mengalami stagnasi.
Sebagian besar perekonomiannya bergantung pada manufaktur, terutama untuk barang-barang berteknologi tinggi.
Namun, Jepang terkadang menghadapi masalah utang karena ketergantungannya pada impor sumber daya alam.
Selain itu, populasi Jepang semakin menua, yang menandakan menyusutnya angkatan kerja.
Ekonomi Jepang yang terdiversifikasi sangat bergantung pada ekspor, khususnya di bidang otomotif, elektronik, dan mesin.
Namun, hal ini dapat dipengaruhi oleh faktor politik. Misalnya, kebijakan tarif AS mengubah ekspor Jepang pada tahun 2025.
Akibatnya, pada Agustus 2025, Jepang mengalami defisit perdagangan sebesar 242,5 miliar yen (1,66 miliar dolar AS).
Melihat tantangan-tantangan ini, Jepang melakukan reformasi ekonomi untuk mendorong masyarakat berinvestasi daripada mengonsumsi.
PDB Indonesia?
Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita adalah salah satu indikator ekonomi yang sering digunakan untuk mengukur kekayaan dan daya beli rata-rata warga suatu negara.
Nilai ini diperoleh dengan membagi total nilai barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam setahun dengan jumlah penduduknya.
Nilai yang lebih tinggi biasanya mencerminkan standar hidup dan produktivitas ekonomi yang lebih baik.
Berdasarkan data yang dihimpun dari lembaga internasional, PDB per kapita Indonesia diperkirakan mencapai sekitar US$ 5.074 pada tahun 2025.
Angka ini merupakan kenaikan dari tahun sebelumnya, menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang terus berjalan dan stabil.
Sebelumnya data IMF juga mencatat PDB per kapita Indonesia di angka sekitar US$ 5.270 pada tahun 2024. Hal ini menempatkan Indonesia pada posisi menengah di kawasan Asia Tenggara.
Perbandingan dengan Negara ASEAN Terdekat
Untuk memberi perspektif lebih luas, berikut perbandingan PDB per kapita negara-negara tetangga di kawasan ASEAN:
Perbandingan ini menunjukkan bahwa dari segi pendapatan rata-rata penduduk, Indonesia berada di atas Filipina, namun masih berada di bawah Malaysia dan Thailand.
Di sisi lain, Singapura dan Brunei Darussalam memiliki PDB per kapita yang sangat tinggi di ASEAN, tetapi tidak dimasukkan dalam fokus perbandingan ini karena berstatus ekonomi dan struktur yang berbeda secara signifikan.
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Saat Ini
Selain PDB per kapita, pertumbuhan ekonomi juga menjadi ukuran penting kinerja ekonomi suatu negara.
Indonesia berhasil menunjukkan pertumbuhan yang solid, terutama dibanding negara tetangga:
Ekonomi Indonesia tumbuh sebesar sekitar 5,12 persen (yoy) pada kuartal II-2025, menurut data resmi BPS — angka yang melampaui pertumbuhan Malaysia, Singapura, dan Thailand pada periode yang sama.
Pertumbuhan ekonomi ini didorong oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta kenaikan ekspor, yang memperkuat permintaan domestik dan posisi Indonesia di tengah dinamika global.
Untuk konteks tambahan, Filipina juga mencatat pertumbuhan positif meskipun lebih moderat — sekitar 5,4 persen pada kuartal I-2025.
Malaysia sendiri diperkirakan tumbuh sekitar 4,9 persen secara tahunan pada 2025, yang menunjukkan momentum ekonomi yang cukup kuat, meski sedikit di bawah laju Indonesia.
Sedangkan Thailand menghadapi tantangan pertumbuhan lebih lambat dengan proyeksi pertumbuhan di kisaran rendah, mencerminkan tekanan pada sektor ekspor dan pariwisata
Selain negara, daftar individu terkaya dunia juga terus berubah mengikuti fluktuasi nilai perusahaan dan kondisi pasar global.
Menurut World Population Review, daftar orang terkaya di dunia telah berubah secara signifikan selama beberapa tahun terakhir.
Seiring dengan naik turunnya nilai perusahaan, dan seiring dengan terus berlanjutnya pemberian uang oleh masyarakat, identitas orang terkaya di dunia dapat berubah.
Misalnya, banyak orang percaya bahwa Jeff Bezos, pendiri Amazon, adalah orang terkaya di dunia.
Namun, pada tahun 2023, ia hanya berada di peringkat ke-3 dengan kekayaan sebesar $114 miliar.
Bill Gates, pendiri Microsoft, adalah orang terkaya di dunia untuk waktu yang lama.
Pada tahun 2023, ia menempati peringkat ke-6 dengan kekayaan $104 miliar.
Peringkat ke-4 dan ke-5 pada tahun 2023 ditempati oleh Larry Ellison ($107 miliar) dan Warren Buffett ($106 miliar), masing-masing.
Pada tahun 2024, lima orang terkaya teratas adalah Bernard Arnault & keluarga ($233 miliar), Elon Musk ($195 miliar), Mukesh Ambani ($116 miliar), Amancio Ortega ($103 miliar), dan Carlos Slim Helu & keluarga ($102 miliar).
Perubahan peringkat ini menunjukkan bahwa kekayaan, baik negara maupun individu, sangat dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global, inovasi, dan kebijakan strategis yang diterapkan masing-masing negara.
(Tribunnews.com/Nuryanti/Bangkapos.com)