BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung memastikan pasokan gas elpiji subsidi ukuran tiga kilogram dalam kondisi aman dan terkendali. Kepastian tersebut diperoleh setelah pemerintah daerah melakukan pengecekan langsung ke tiga agen utama elpiji di wilayah tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMINDAG) Bangka Selatan, Deka Indra, mengatakan pemantauan distribusi elpiji subsidi dari agen ke pangkalan telah dilakukan sejak pekan lalu. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan gas tetap aman di tengah isu kelangkaan yang beredar di masyarakat.
“Untuk distribusi gas elpiji subsidi tiga kilogram dari agen ke pangkalan masih terkendali dan kondusif,” kata Deka Indra kepada Bangkapos.com, Senin (26/1/2026).
Dalam kegiatan tersebut kata Deka Indra, pihaknya mendatangi tiga agen LPG yang beroperasi di wilayah Bangka Selatan. Ketiga agen tersebut menjadi pemasok utama elpiji tiga kilogram ke ratusan pangkalan yang tersebar di seluruh kecamatan. Agen pertama yang dikunjungi adalah PT Ladang Intan Nusantara. Agen ini mendistribusikan elpiji sebanyak satu truk per hari dengan total 560 tabung. Penyaluran dilakukan ke 23 pangkalan di wilayah Kabupaten Bangka Selatan dengan frekuensi pengiriman dua kali dalam sepekan.
Selanjutnya, dilakukan pemantauan ke PT Eriks Dharma Pratama. Agen ini menyalurkan elpiji subsidi sebanyak tiga truk per hari dengan total 1.680 tabung. Perusahaan tersebut menyuplai 44 pangkalan di Kabupaten Bangka Selatan, dengan kuota masing-masing pangkalan sebanyak 1.000 tabung per bulan. Agen ketiga yang dikunjungi yakni PT Haluan Karya Mandiri (HKM).
Agen ini menjadi salah satu pemasok terbesar dengan distribusi mencapai lima truk per hari atau sekitar 2.800 tabung elpiji. Perusahaan HKM menyuplai 81 pangkalan di wilayah Kabupaten Bangka Selatan. Dengan alokasi masing-masing pangkalan sebanyak 1.500 tabung per bulan. Total distribusi gas elpiji tiga kilogram dari tiga agen utama mencapai 5.040 tabung per hari. Disalurkan melalui sembilan truk ke ratusan pangkalan di wilayah Bangka Selatan.
“Sehingga pasokan gas subsidi dinilai masih mencukupi dan distribusinya berjalan normal,” jelas Deka Indra.
Selain memastikan ketersediaan pasokan, DKUKMINDAG Bangka Selatan juga mengingatkan masyarakat terkait ketentuan harga eceran tertinggi (HET) gas elpiji subsidi ukuran tiga kilogram. HET elpiji subsidi di Kabupaten Bangka Selatan telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sejak tahun 2021. Untuk wilayah Kecamatan Payung, HET ditetapkan sebesar Rp18.300 per tabung.
Sementara itu, di Kecamatan Airgegas dan Simpang Rimba sebesar Rp18.500. Kecamatan Pulau Besar ditetapkan Rp18.800, Kecamatan Toboali Rp18.900, dan Kecamatan Sadai sebesar Rp19.400 per tabung. Adapun untuk wilayah kepulauan dan daerah terluar, HET ditetapkan lebih tinggi menyesuaikan biaya distribusi. Di wilayah Penutuk sebesar Rp23.700 per tabung, Tanjung Labu dan Tanjung Sangkar Rp25.200, serta Kepulauan Pongok sebesar Rp27.900 per tabung.
“Setiap agen kami ingatkan untuk tidak menjual gas elpiji subsidi tiga kilogram di atas HET,” tegasnya.
Kendati demikian kata Deka Indra, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menegaskan akan terus melakukan pengawasan dan pemantauan distribusi elpiji tiga kilogram guna memastikan ketersediaan gas subsidi tetap aman di masyarakat. Hingga saat ini tidak terjadi kelangkaan gas elpiji. Dirinya meminta agen dan pangkalan menyalurkan sesuai kuota dan ketentuan yang berlaku agar pasokan tetap merata dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik apabila mendengar isu kelangkaan gas elpiji subsidi tiga kilogram,” ucap Deka. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)